<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127125">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI STRUKTUR JEMBATAN LAMNYONG DENGAN MENGGUNAKAN METODE NON DESTRUKTIF GROUND PENETRATING RADAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUNGKU  ABDUL RANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah digunakan Metode Ground Penetrating Radar (GPR)  untuk mengidentifikasi struktur jembatan Lamyong Gampong Lamgugob Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Jembatan Lamnyong merupakan akses utama menuju pusat pendidikan di Banda Aceh. Jembatan Lamnyong merupakan jenis jembatan yang dibuat dari struktur beton prategang ( Prestressed concrete bridge ). Jembatan ini memiliki panjang 305 meter dengan lebar 8 meter. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait kondisi lapisan jembatan Lamnyong dengan menggunakan Georadar IDS Opera Duo. Hasil dari metode ini berupa citra radargram dalam bentuk 2D dengan software Unext. Pengolahan data meliputi beberapa tahapan, yaitu move start time, background removal, subtract mean (dewow), vertical bandpass filter (td), linear gain, smooth gain dan migration yang dilakukan dengan software Greswin2.0. Data yang digunakan terdiri dari 6 lintasan dengan 3 lintasan pada badan sebelah kiri jembatan sepanjang 100 meter dan pada badan sebelah kanan jembatan juga 100 meter perlintasan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi pada lapisan jembatan penelitian tersebut. Dari hasil interpretasi Radargram 700 MHz menunjukkan terdapat deformasi dan heave pada badan jalan pada kedalaman dan jarak yang berbeda dengan struktur bawah permukaan dengan nilai kecepatan gelombang elektromagnetik berkisar pada beton adalah 0.122 m/ns, kecepatan pada aspal berupa 0.173 m/ns, kecepatan pada udara berupa 0.3 m/ns, kecepatan pada pasir berupa 0.06 m/n. Interpretasi model radargram menunjukkan adanya permukaan desk mengalami penurunan sebesar 0.6 meter dan kenaikan sebesar 0.10 meter pada beberapa titik tertentu. &#13;
&#13;
Kata kunci : Metode Ground Penetrating Radar (GPR), Jembatan, Beton, Aspal, Radargram, Greswin2.0.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BRIDGES - CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>624.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127125</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-30 11:47:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-30 15:51:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>