<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127113">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS INOKULUM PADA PROSES FERMENTASI AMPAS TEBU MELALUI SISTEM BATCH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAJRIA AGUSTINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknik Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ampas tebu merupakan komponen sisa yang berasal dari bagian batang yang sudah melalui proses ekstraksi niranya untuk dijadikan gula pasir. Sebagai limbah yang berpotensi untuk dijadikan pakan ternak, ampas tebu perlu ditambahkan beberapa bahan adiktif lainnya. Pada penelitian menggunakan 100 gram ampas tebu untuk setiap sampel yang selanjutnya diinokulasikan dengan inokulum berupa rumen, EM-4 dan ragi dengan konsentrasi 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan nutrisi dari pakan ternak dengan bahan dasar ampas tebu setelah mengalami proses fermentasi dengan berbagai jenis inokulum yang berbeda terhadap kandungan kadar air (KA), protein kasar (PK), serat kasar (SK), lemak kasar (LK) dan kadar abu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yaitu berbagai jenis inokulum. Faktor berbagai inokulum terdiri dari tiga jenis, yaitu rumen sapi (T1), EM-4 (T2) dan ragi (T3). Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan dengan menggunakan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 12 satuan percobaan. Kemudian data yang dihasilkan akan dianalisis dengan ANOVA. Apabila hasil berpengaruh nyata antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan pengujian BNT. Hasil penelitian ini menunjukkan kandungan kadar air paling tinggi diperoleh pada perlakuan menggunakan inokulum rumen 26.92%, inokulum EM-4 29.22% dan nilai terendah menggunakan inokulum ragi 24.38%. Kandungan protein kasar paling rendah yang dihasilkan dengan inokulum rumen, yaitu 2.17%, inokulum EM-4 menghasilkan 3.04% protein kasar dan inokulum ragi mengasilkan 3.91% protein kasar. Serat kasar yang dihasilkan oleh inokulum rumen adalah 35.40%, inokulum EM-4 menghasilkan 38.05% serat kasar dan inokulum ragi menghasilkan 33.83%. Kandungan lemak kasar paling tinggi dihasilkan oleh inokulum EM-4 sebanyak 0.53%, dengan inokulum rumen menghasilkan 0.51% lemak kasar dan kadar paling rendah oleh inokulum ragi sebanyak 0.50%. Kadar abu paling banyak dihasilkan oleh inokulum EM-4 sebanyak 2.10%, inokulum ragi 2.01% dan paling rendah dihasilkan oleh inokulum rumen hanya sebesar 1.26%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127113</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-30 11:17:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-30 11:28:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>