<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127106">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI METODE GEOLISTRIK WENNER-SCHLUMBERGER UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR DANGKAL DI KAWASAN UJONG PANCU ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MHD. Ferdyansyah. P</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawasan Pantai Ujong Pancu Aceh Besar memiliki karakteristik dan bentuk sedimen yang sangat kompleks. Kondisi geologi daerah ini selalu berubah disebabkan oleh erosi dan sedimentasi pantai. Ketebalan sedimen di daerah pesisir dapat memberikan wawasan tentang perubahan lingkungan dan dampak aktivitas manusia di masa lalu. Variasi ketebalan sedimen dapat mencerminkan perubahan tingkat laut selama waktu geologis yang Panjang. Metode geolistrik resistivitas Wenner-Schlumberger memungkinkan akuisisi data pada berbagai jarak antara elektroda, sehingga memberikan resolusi yang baik pada kedalaman yang berbeda. Penggunaan metode geolistrik resistivitas Wenner-Schlumberger dipilih karena cukup sensitif baik secara horizontal dan vertikal serta dapat memberikan gambaran penampang bawah permukaan yang cukup detail secara horizontal dan penetrasi yang lebih dalam untuk identifikasi litologi pelapisan. Data yang dihasilkan dari variasi nilai resistivitas pada lintasan 1,2,3 dan 4 dapat diduga sebagai pasir, batu gamping, batu pasir, dan aluvium, serta terdapat batu gamping di beberapa tempat pada lintasan 1. Untuk lintasan 5 dapat diduga sebagai tanah, pasir, batu pasir, dan aluvium. Untuk lintasan 6 dapat diduga sebagai pasir, batu pasir, dan aluvium. Distribusi sebaran nilai resistivitas batuan pada bawah permukaan daerah penelitian berada pada rentang 0,2 – 500 Ωm. Berdasarkan model 2D daerah penelitian sampai kedalaman 20 meter, struktur bawah permukaan yang ada di daerah Ujong Pancu bervariasi didominasi lapisan pasir, lapisan batu pasir, dan lapisan aluvium, serta terdapat juga tanah dan batu gamping di beberapa tempat.&#13;
Kata kunci: Ujong Pancu, Metode Geolistrik Resistivitas, Wenner-Schlumberger, Res2Dinv&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127106</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-30 10:40:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-30 11:03:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>