<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127072">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN BIOADSORBEN LIMBAH TAHU TERAKTIVASI DAN BIOADSORBEN LIMBAH TAHU TERAKTIVASI YANG DIISI PADA BUSA POLIUERTAN UNTUK ADSORPSI PB(II) DAN CU(II)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rita Sunartaty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian yang berjudul Pengembangan Bioadsorben Limbah Tahu Teraktivasi dan Biodasorben Limbah Tahu Teraktivasi yang diisi pada Busa Poliuretan Untuk Adsorpsi Pb(II) dan Cu(II) bertujuan mereduksi logam berat Pb(II)dan Cu(II).  Dalam penelitian ini akan diinvestigasi pengaruh variabel-variabel preparasi dan adsorpsi terhadap produk adsorben yang dihasilkan yaitu mempersiapkan  adsorben-adsorben dari limbah ampas tahu (Tofu Waste, TW), sebagai bio adsorben TW, bio adsorben TW teraktivasi. Adsorben-adsorben yang dihasilkan selanjutnya akan dikarakterisasi. Dalam penelitian ini akan ditentukan isotherm, efisiensi dan kinetika masing-masing adsorben dalam mengadsorpsi ion logam Pb(II)dan Cu(II)  di dalam tangki berpengaduk secara batch dengan menganalisis pengaruh waktu kontak, konsentrasi awal adsorbat, pH dan temperatur operasi terhadap kapasitas dan efisiensi masing-masing adsorben. Dalam studi ini ditentukan adsorben mana yang memiliki kapasitas adsorpsi maksimum ditinjau dari kajian isotherm adsorpsi dan kinetika adsorpsi.  Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu : (1) Karakterisasi adsorben ; (2) Studi kinetika dan Isoterm adsorben limbah ampas  tahu teraktivasi NaOH; (3) Karakterisasi poliueran adsorben ampas tahu; (4) Efesiensi Pb2+dan Cu(II)  TW PUF aktivasi NaOH 30 s ; (5) Efesiensi dan Isoterm adsorpsi  Pb2+dan Cu(II) pada 30;60 dan 90 s. Hasil penelitian Analisis FTIR menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH meningkatkan kapasitas adsorpsi TW, dengan identifikasi selulosa, hemiselulosa, dan lignin dalam adsorben melalui analisis XRD, serta peningkatan kristalinitas. Analisis SEM memperlihatkan pori-pori yang lebih besar dengan konsentrasi NaOH yang lebih tinggi, yang menyebabkan pengurangan ukuran adsorben. Studi kinetika adsorpsi mengindikasikan bahwa adsorpsi optimal terjadi dalam 40 menit, dengan kapasitas adsorpsi 99,86 mg/g untuk Pb2+dan 87,81 mg/g untuk Cu(II) menggunakan TW yang diaktivasi dengan 0,6 M NaOH. Model kinetika orde dua semu memberikan kecocokan terbaik, dan isoterm Langmuir menunjukkan kapasitas adsorpsi maksimum 77,519 mg/g dan 91,743 mg/g masing-masing untuk Pb2+dan Cu(II) . Studi BET menunjukkan kapasitas saturasi dan volume pori total masing-masing 50,505 mg/g dan 49,500 L/mg untuk Pb(II)serta 84,388 mg/g dan 237,000 L/mg untuk Cu(II) . Karakterisasi FTIR TW pada berbagai waktu menunjukkan adanya gugus protein (amida) dari ampas tahu yang terintegrasi ke dalam poliuretan, dengan puncak N-H dan C=O khas amida. Analisis SEM menunjukkan variasi ukuran partikel adsorben mempengaruhi efisiensi adsorpsi, dengan TW PUF 0,4 M menunjukkan kapasitas adsorpsi terbaik untuk kedua logam pada waktu kontak 30 menit. Waktu pengadukan 30 detik mencegah agregasi partikel, membuka pori-pori resin poliuretan, dan meningkatkan aksesibilitas situs aktif untuk adsorpsi. Sebaliknya, waktu pengadukan yang lebih lama (60 dan 90 detik) mengakibatkan penutupan pori-pori akibat tekanan mekanis, mengurangi efektivitas adsorpsi.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127072</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-29 16:45:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-30 08:36:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>