STUDI MEKANISME MOLEKULER PENINGKATAN KUALITAS SEMEN KAMBING GEMBRONG SETELAH PEMBERIAN PGF2A SECARA IN VIVO DAN IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

STUDI MEKANISME MOLEKULER PENINGKATAN KUALITAS SEMEN KAMBING GEMBRONG SETELAH PEMBERIAN PGF2A SECARA IN VIVO DAN IN VITRO


Pengarang

Husnurrizal - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tongku Nizwan Siregar - 196909011994031003 - Dosen Pembimbing I
Sri Wahyuni - 196911192003122001 - Dosen Pembimbing II
Hafizuddin - 198401232015041001 - Dosen Pembimbing III



Nomor Pokok Mahasiswa

2109300070011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3) / PDDIKTI : 44001

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Doktor Matematika Dan Aplikasi Sains Universitas Syiah Kuala., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kambing Gembrong merupakan salah satu spesies kambing endemik Bali dan merupakan plasma nutfah kambing asli Indonesia. Populasi kambing Gembrong saat ini berada pada status kritis. Upaya konservasi kambing Gembrong terus dilakukan untuk menyelamatkan spesies kambing ini. Salah satu faktor penyebab penurunan populasi kambing Gembrong yaitu efisiensi reproduksi yang rendah. Peningkatan efisiensi reproduksi khususnya pada kambing jantan dapat dilakukan dengan mengimplementasikan bioteknologi reproduksi melalui peningkatan kualitas semen. Salah satu metode untuk meningkatkan kualitas semen adalah melalui pemberian prostaglandin F2 alpha (PGF2). Hingga saat ini belum ada penelitian terkait penggunaan PGF2α secara in vivo maupun in vitro pada satu spesies hewan jantan yang dikombinasikan secara bersamaan dalam upaya meningkatkan kualitas semen. Penelitian ini bertujuan mengetahui performa reproduksi kambing Gembrong, mengetahui efek pemberian PGF2α secara in vivo maupun in vitro terhadap peningkatan kualitas semen kambing Gembrong, mengetahui pengaruh perbedaan interval waktu antara pemberian PGF2α dan koleksi semen/plasma darah terhadap peningkatan kualitas spermatozoa, kadar testosteron, cyclic adenosine monophosphate (cAMP), dan adenosine triphosphate (ATP), dan mengetahui mekanisme molekuler yang terlibat dalam peningkatan tersebut termasuk peran testosteron, cAMP, ATP, Alpha Smooth Muscle Actin (-SMA), dan reseptor androgen (RA).
Penelitian ini terdiri atas 4 eksperimen. Penelitian 1 bertujuan mengetahui performa reproduksi kambing Gembrong. Dalam penelitian digunakan kambing Gembrong dan sebagai pembanding digunakan kambing Boerka jantan masing-masing 3 ekor, umur 2-3 tahun, dan sehat secara klinis. Seluruh kambing dilakukan penentuan skor kondisi tubuh (SKT) (skala 1-5), pengukuran diameter lingkar skrotum, dan penentuan skor libido (skala 0-10). Selanjutnya dilakukan koleksi dan evaluasi kualitas spermatozoa secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing Gembrong memiliki skor libido, lingkar skrotum, volume semen, pH, dan konsentrasi spermatozoa lebih rendah dibandingkan kambing Boerka (P

The Gembrong goat is an endemic goat species from Bali and represents the genetic resources of native Indonesian goats. The current population of Gembrong goats is critically endangered. Conservation efforts are ongoing to save this goat species. One factor contributing to the decline in the Gembrong goat population is low reproductive efficiency. Increasing reproductive efficiency, particularly in male goats, can be achieved by implementing reproductive biotechnology to improve semen quality. One method to enhance semen quality is through the administration of prostaglandin F2 alpha (PGF2α). To date, no research has been conducted on the use of PGF2α either in vivo or in vitro on a single male animal species, combined simultaneously, to improve semen quality. This study aims to determine the reproductive performance of Gembrong goats, to examine the effects of in vivo and in vitro administration of PGF2α on the improvement of semen quality in Gembrong goats, to investigate the impact of different time intervals between PGF2α administration and semen/blood plasma collection on the enhancement of sperm quality, testosterone levels, cyclic Adenosine Monophosphate (cAMP), and Adenosine Triphosphate (ATP), and to understand the molecular mechanisms involved in these improvements, including the roles of testosterone, cAMP, ATP, α-SMA, and androgen receptors (AR). This study consists of four experiments. The first experiment aims to determine the reproductive performance of Gembrong goats. The study used three clinically healthy male Gembrong goats and three male Boerka goats, each aged 2-3 years, for comparison. All goats underwent body condition scoring (BCS) (scale 1-5), scrotal circumference measurement, and libido scoring (scale 0-10). Semen collection and evaluation of sperm quality were conducted both macroscopically and microscopically. The results showed that Gembrong goats had lower libido scores, scrotal circumference, semen volume, pH, and sperm concentration compared to Boerka goats (P

Citation



    SERVICES DESK