PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN PERIKANAN DI GAMPONG PUSONG KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN PERIKANAN DI GAMPONG PUSONG KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE


Pengarang

Nisrina Khalisha - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Halis Agussaini - 196508111993031001 - Dosen Pembimbing I
Arief Gunawan - 198908012021021101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004110010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.58

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam pengembangan kawasan perikanan, potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia harus dapat saling mendukung pertumbuhan dalam produksi perikanan hingga pemasaran hasil produksi. Suatu tindakan yang dapat mendukung pengembangan kawasan perikanan yaitu dengan membangun infrastruktur pesisir untuk optimalisasi peluang pembangunan sektor perikanan. Gampong Pusong merupakan salah satu gampong yang berada di pesisir Kota Lhokseumawe dengan berbagai macam potensi perikanan tangkap, produksi perikanan tangkap yang umum terdapat di Gampong Pusong didominasi oleh jenis ikan seperti, tuna, tongkol, kembung, cakalang, teri, selar dan tenggiri. Lemahnya infrastruktur untuk mendukung sektor perikanan dapat merugikan nelayan dalam menangkap ikan, mengolah ikan, bahkan berpengaruh terhadap penjualan ikan kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan tingkat kinerja infrastruktur perikanan sebagai pertimbangan agar dapat merumuskan arahan pengembangan infrastruktur perikanan di Gampong Pusong. Jenis penelitian ini menggunakan mixed methods dengan mengkombinasi dua metode sekaligus (kualitatif dan kuantitatif) yang pengambilan datanya melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Untuk mengidentifikasi kondisi eksisting infrastruktur digunakan analisis deskriptif, data yang diperoleh dari kuesioner kemudian diolah melalui Skala Likert untuk dilakukan pembobotan dan dilakukan plotting Mean menggunakan Importance-Performance Analysis (IPA). Kemudian dilakukan analisis triangulasi untuk menentukan arahan pengembangan infrastruktur wilayah pesisir. Terdapat 15 indikator infrastruktur yang dijelaskan menggunakan metode analisis deskriptif dengan karakteristik dan permasalahan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil pembobotan untuk tingkat kepentingan terdapat 5 indikator yang tergolong penting dan terdapat 10 indikator yang tergolong sangat penting. Untuk tingkat kinerja terdapat 3 indikator yang tergolong sangat kurang baik, 8 indikator yang tergolong kurang baik, dan 4 indikator yang tergolong cukup baik. Dari hasil analisis IPA, diperoleh prioritas pengembangan untuk membentuk arahan pengembangan infrastruktur perikanan. Indikator yang menjadi fokus utama adalah indikator yang terdapat pada kuadran I yaitu jaringan air bersih, cold storage, pabrik es, dan SPBN.

In the development of fisheries areas, the potential of natural resources and human resources must be able to support each other's growth in fisheries production to marketing production. An action that can support the development of fisheries areas is to build coastal infrastructure to optimize fisheries sector development opportunities. Gampong Pusong is one of the villages located on the coast of Lhokseumawe City with a variety of potential capture fisheries, capture fisheries production commonly found in Gampong Pusong is dominated by types of fish such as tuna, cob, mackerel, skipjack, anchovy, mackerel and mackerel. Weak infrastructure to support the fisheries sector can harm fishermen in catching fish, processing fish, and even affect the sale of fish to consumers. This study aims to analyze the level of importance and performance level of fisheries infrastructure as a consideration in order to formulate directions for fisheries infrastructure development in Gampong Pusong. This type of research uses mixed methods by combining two methods at once (qualitative and quantitative) whose data collection is through observation, interviews, and questionnaires. To identify the existing condition of infrastructure, descriptive analysis was used, the data obtained from the questionnaire was then processed through Likert Scale to be weighted and plotting Mean using Importance-Performance Analysis (IPA). Then triangulation analysis was conducted to determine the direction of coastal area infrastructure development. There are 15 infrastructure indicators described using descriptive analysis methods with different characteristics and problems. Based on the weighting results for the level of importance, there are 5 indicators that are classified as important and there are 10 indicators that are classified as very important. For the performance level, there are 3 indicators that are classified as very poor, 8 indicators that are classified as poor, and 4 indicators that are classified as quite good. From the results of IPA analysis, development priorities are obtained to form the direction of fisheries infrastructure development. Indicators that become the main focus are indicators contained in quadrant I, namely clean water networks, cold storage, ice factories, and gas stations.

Citation



    SERVICES DESK