<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127033">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI PROPOLIS TERHADAP KUALITAS SPERMA IKAN NILA ( OREOCHROMIS NILOTICUS ) PASCA KRIOPRESERVASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Istiqamatus Shafna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan nila (Oreochromis niloticus) saat ini menjadi salah satu ikan yang diminati oleh masyarakat, akan tetapi permasalahan yang sering ditemukan pada budidaya ikan nila adalah kualitas ikan yang kurang baik, disebabkan ikan memijah secara liar dan tidak terkontrol sehingga ukuran ikan tidak seragam. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dikembangkannyanya teknologi pemijahan buatan salah satunya melalui kriopreservasi sperma. Keberhasilan metode kriopreservasi sperma ini sangat ditentukan oleh kesesuaian jenis dan konsentrasi krioprotektan sebagai pelindung sel dari perubahan suhu yang drastis dan mencegah kerusakan sel akibat pembentukan kristal es. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh propolis dan menentukan konsentrasi yang sesuai pada sperma ikan nila pasca (Oreochromis niloticus) pasca-kriopreservasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan dengan 3 pengulangan. Adapun perlakuan yang diuji yaitu penambahan propolis dengan beberapa dosis yang berbeda, diantaranya yaitu P1 (0 mg/ml), P2 (0,2 mg/ml), P3 (0,4 mg/ml), P4 (0,6 mg/ml), P5 (0,8 mg/ml), P6 (1,0 mg/ml), P7 (1,2 mg/ml) yang dikombinasikan dengan gliserol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dosis propolis sebagai krioprotektan ekstraseluler berpengaruh nyata terhadap nilai motilitas, viabilitas, abnormalitas dan fertilitas telur (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127033</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-29 11:07:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-29 11:16:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>