<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127022">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KONSEP ARSITEKTUR FASADE RUMAH KOLONIAL DI KOTA BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riza Fitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Magister Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Arsitektur kolonial Belanda merupakan salah satu identitas dari gaya bangunan peninggalan masa penjajahan di Indonesia. Kabupaten Bireuen merupakan wilayah jajahan bangsa Belanda dengan tujuan sebagai kota transit untuk lintas transportasi manusia, militer dan perekonomian kolonial melalui penguasaan lahan pertanian. Maka perlu dipelajari terkait karakteristik dan konsep arsitektur pada fasade rumah yang ditinggalkan kolonial Belanda di Kota Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perkembangan karakteristik arsitektur kolonial serta makna dan tujuan dari konsep fasade rumah kolonial berdasarkan hirarki kebutuhan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melaui observasi, dokumentasi dan wawancara (snowball sampling). Studi kasus dalam penelitian ini mengambil tiga bangunan kolonial di Kota Bireuen yang masih memiliki keaslian pada karakteristik fasade bangunannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 3 karakteristik fasade rumah kolonial di Kota Bireuen (1) memiliki keseimbangan yang simetris di bagian kepala bangunan; (2) memiliki pintu dan jendela dengan bukaan tunggal dan ganda serta memiliki jendela dua lapis dengan dua model yaitu pada bagian dalam kaca dan luarnya kayu; (3) memiliki ragam hias dan ornamen pada kepala, badan dan kaki bangunan; (4) memiliki jenis bangunan panggung dan terdapat elevasi ketinggian dari permukaan tanah ke lantai bangunan dan memiliki cripedoma (trap anak tangga); (5) memiliki material bangunan kayu termaksuk pintu, jendela dan dinding. Berdasarkan hirarki kebutuhan manusia konsep dari karakteristik fasade bangunan kolonial di Kota Bireuen sudah didasari oleh kebutuhan esteem dan self actualization needs, hal tersebut karena bangsa Belanda tidak lagi menjadikan bangunan pada tanah jajahannya sebagai sekedar hunian saja melainkan ingin menunjukkan jati dirinya, kekuasaan, tingkatan sosial yang lebih tinggi/unggul dibandingkan masyarakat lokal. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Karakteristik, Konsep, Arsitektur Kolonial, Fasade Rumah, Bireuen. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HOUSES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COLONIAL ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>724.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127022</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-29 09:37:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-04 15:38:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>