KAPASITAS GESER BETON DOUBLE L MENGGUNAKAN AGREGAT DAUR ULANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAPASITAS GESER BETON DOUBLE L MENGGUNAKAN AGREGAT DAUR ULANG


Pengarang

Gilang Maulana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Abdullah - 196403211989031002 - Dosen Pembimbing I
Mahlil - 198711062018011101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1904101010064

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Agregat daur ulang adalah agregat yang didapatkan dari benda uji yang ditelah digunakan dan juga bisa didapatkan dari reruntuhan bangunan. Agregat daur ulang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti agregat kasar yang nantinya akan dicampur dengan agregat alam. Beberapa peneliti telah menggunakan agregat daur ulang untuk dijadikan bahan campuran agregat beton, Dalam penelitian ini memanfaatkan agregat daur ulang sebagai bahan pengganti agregat kasar. Agregat daur ulang yang digunakan merupakan limbah beton yang ada di Lab Konstruksi dan Bahan Bangunan (LKBB) USK. Untuk variasi pengujian ada dua jenis yaitu menggunakan komposisi 100% agregat daur ulang, dan 50% agregat daur ulang 50% batu alam. Pengujian kuat geser pada beton model double L berukuran 44 x 20 x 10 cm dengan umur 28 hari. Hasil uji kuat geser beton yang menggunakan 100% agregat daur ulang dibandingkan dengan hasil uji kuat tekan beton yang menggunakan 50% agregat daur ulang dan 50% batu alam, dan benda uji kontrol 100% agregat alam. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan limbah beton terhadap hasil uji kuat geser beton. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa beton normal memiliki nilai 3,64 MPa, nilai ini lebih tinggi dibandingkan beton yang menggunakan agregat daur ulang 100% dan agregat daur ulang 50%. Beton yang menggunakan 50% agregat daur ulang memiliki nilai 3,06 MPa sedangkan beton yang menggunakan 100% agregat daur ulang memiliki nilai 2,80 MPa. Untuk benda uji silinder 15x30, beton normal mendapatkan nilai kuat tekan rata-rata 25,1 MPa, beton agregat daur ulang 50% mengalami penurunan yaitu kuat tekan rata-rata 23,5 MPa, sedangkan agregat daur ulang 100% mengalami penurunan yaitu 21,1MPa

Recycled aggregate is aggregate obtained from test objects that have been used and can also be obtained from building ruins. Recycled aggregate can be used as a substitute for coarse aggregate which will later be mixed with natural aggregate. Several researchers have used recycled aggregate to make a mixture of concrete aggregates. In this study, recycled aggregate was used as a substitute for coarse aggregate. The recycled aggregate used is concrete waste from the USK Construction and Building Materials Lab (LKBB). There are two types of test variations, namely using a composition of 100% recycled aggregate, and 50% recycled aggregate, 50% natural stone. Shear strength testing of model concrete double L measuring 44 x 20 x 10 cm with an age of 28 days. The results of the shear strength test for concrete using 100% recycled aggregate were compared with the results of the compressive strength test for concrete using 50% recycled aggregate and 50% natural stone, and control test specimens with 100% natural aggregate. This was done to determine the effect of using concrete waste on the results of the concrete shear strength test. The results of the research show that normal concrete has a value of 3.64 MPa, this value is higher than concrete that uses 100% recycled aggregate and 50% recycled aggregate. Concrete that uses 50% recycled aggregate has a value of 3.06 MPa while concrete that uses 100% recycled aggregate has a value of 2.80 MPa. For the 15x30 cylindrical specimen, normal concrete obtained an average compressive strength value of 25.1 MPa, 50% recycled aggregate concrete experienced a decrease, namely an average compressive strength of 23.5 MPa, while 100% recycled aggregate experienced a decrease, namely 21,1 MPa

Citation



    SERVICES DESK