ANALISIS KEKRITISAN LAHAN PADA AREAL KONSESI PT. TUSAM HUTANI LESTARI DI KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KEKRITISAN LAHAN PADA AREAL KONSESI PT. TUSAM HUTANI LESTARI DI KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

HAYATUS SALIMAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sugianto - 196502231992031003 - Dosen Pembimbing I
Durrah Hayati - 199106122022032010 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005110010041

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian - Kehutanan., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Lahan kritis adalah kondisi suatu lahan yang berada di dalam atau di luar kawasan hutan yang telah mengalami penurunan kualitas dan kuantitas lahan yang disebabkan oleh kerusakan dari segi fisika, kimia maupun biologi sehingga mempengaruhi fungsi produksi, fungsi ekologi, fungsi hidrologi, lingkungan, pemukiman dan kehidupan sosial ekonomi. Dalam mengatasi permasalahan lahan kritis perlu adanya data terbaru dari lahan kritis yang tersebar sehingga dapat dilakukan kebijakan yang sesuai dengan keadaan lahan. Oleh karena itu upaya dalam menganalisis pesebaran lahan kritis pada lahan yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan dapat dianalisis berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung Nomor P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018 Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran dan persentase lahan kritis pada areal konsesi PT. Tusam Hutani Lestari di Blok V Bidin Kabupaten Bener Meriah serta mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap lahan kritis yang berada pada areal konsesi PT. Tusam Hutani Lestari di Blok V Bidin Kabupaten Bener Meriah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan survey lapangan (Ground Check). Pada pengolahan data spasial dilakukan analisis overlay, sedangkan dalam pengolahan data atribut dilakukan dengan teknik skoring (penjumlahan) dan pembobotan dengan matriks logical expression dalam tabel (analisis tabular). Data atribut yang di-overlay berupa peta parameter lahan kritis yaitu peta tutupan lahan, peta tingkat bahaya erosi, peta kemiringan lereng, dan peta fungsi kawasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) sebaran lahan kritis pada areal konsesi PT. Tusam Hutani Lestari (PT. THL) di Blok V Bidin Kabupaten Bener Meriah didominasi oleh tingkat kekritisan lahan pada kelas agak kritis dengan luas 9,305.55 ha (59.66%). Sehingga pada kawasan di dalam dan di luar hutan tingkat kekritisan lahan didominasi oleh tingkat kekritisan lahan pada kelas agak kritis. Pada kawasan di dalam hutan kelas agak kritis memiliki luas 8,254.42 ha (59.41 %) dari total keseluruhan kawasan di dalam hutan sedangkan pada kawasan di luar hutan memiliki luas mencapai 1,051.13 ha (61.69 %) dari total keseluruhan kawasan di luar hutan. Sebaran lahan kritis dengan tingkat kekritisan lahan yang paling minim adalah kelas tidak kritis dengan luas 46.21 ha (0.30%). 2) faktor- faktor yang menyebabkan lahan kritis pada areal konsesi PT. Tusam Hutani Lestari di Blok V Bidin Kabupaten Bener Meriah adalah kondisi kemiringan lereng yang didominasi oleh lereng-lereng curam, tingginya tingkat bahaya erosi, dan pengelolaan lahan yang belum optimal.

Critical land is the condition of a land located inside or outside the forest area that has decreased the quality and quantity of land caused by damage in terms of physics, chemistry and biology so that it affects production functions, ecological functions, hydrological functions, the environment, settlements and socio-economic life. In overcoming the problem of critical land, it is necessary to have the latest data from the scattered critical land so that policies can be carried out in accordance with the state of the land. Therefore, efforts to analyze the distribution of critical land on land inside and outside the forest area can be analyzed based on the Regulation of the Director General of Watershed Control and Protected Forests Number P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018 concerning Technical Guidelines for the Preparation of Critical Land Spatial Data. The purpose of this study was to analyze the distribution and percentage of critical land in the PT Tusam Hutani Lestari concession area in Block V Bidin, Bener Meriah Regency and to determine the factors that affect critical land in the PT Tusam Hutani Lestari concession area in Block V Bidin, Bener Meriah Regency. The method used in this research is descriptive analysis method with quantitative approach and field survey (Ground Check). In spatial data processing, overlay analysis is carried out, while attribute data processing is carried out by scoring (summation) and weighting techniques with logical expression matrices in tables (tabular analysis). Overlaid attribute data in the form of critical land parameter maps, namely land cover maps, erosion hazard maps, slope maps, and area function maps. The results of the analysis showed that: 1) the distribution of critical land in the concession area of PT Tusam Hutani Lestari (PT THL) in Block V Bidin, Bener Meriah Regency is dominated by the level of land criticality in the mildly critical class with an area of 9,305.55 ha (59.66%). So that in areas inside and outside the forest the level of land criticality is dominated by the level of land criticality in the mildly critical class. In the area inside the forest, the slightly critical class has an area of 8,254.42 ha (59.41%) of the total area inside the forest while in the area outside the forest it has an area of 1,051.13 ha (61.69%) of the total area outside the forest. The distribution of critical land with the least level of land criticality is the non-critical class with an area of 46.21 ha (0.30%). 2) The factors contributing to critical land in the concession area of PT Tusam Hutani Lestari in Block V Bidin, Bener Meriah are slope conditions dominated by steep slopes, high levels of erosion hazard, and not optimal land management.

Citation



    SERVICES DESK