<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126997">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KOMBINASI KOMPOS AMPAS TEBU DAN PUPUK KIMIA TERHADAP PERUBAHAN SIFAT KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) PADA INCEPTISOLS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BALQIS THIFALNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Balqis Thifalni. 1805108010032. “Pengaruh Kombinasi Kompos Ampas Tebu dan Pupuk Kimia terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Inceptisols”. Dibawah bimbingan Munawar Khalil sebagai Pembimbing Utama dan Yusnizar sebagai Pembimbing Anggota. &#13;
RINGKASAN&#13;
Inceptisols adalah salah satu ordo tanah yang penyebarannya tergolong luas di Indonesia. Persebaran Inceptisols tersebut mencapai kurang lebih hampir 52 juta hektar di indonesia (Kasno, 2019). Umumnya tanah yang bereaksi masam seperti Inceptisols mempunyai faktor pembatas yaitu  kahat hara N, P, K, Ca, dan Mg. Tanah Inceptisols dapat dimanfaatkan sebagai lahan pengembangan tanaman karena persebaran yang sangat luas di Indonesia. Salah satu tanaman yang dapat dikembangkan adalah tanaman jagung. Jagung merupakan salah satu tanaman serealia yang bernilai ekonomis dan telah terbukti menjadi sumber utama karbohidrat dan protein, sehingga memberikan peluang untuk dikembangkan karena jagung menjadi tanaman pangan yang dapat menggantikan beras (Jastra, 2011). Kebutuhan jagung di Indonesia untuk dikonsumsi meningkat sekitar 5,16% per tahun (Kementerian Pertanian, 2012). Peningkatan produksi tanaman jagung dapat dilakukan dengan pemberian kompos. Kompos merupakan bahan organik yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan produksi pertanian baik kualitas dan kuantitas, dapat mengurangi pencemaran lingkungan, mencegah degradasi tanah dan meningkatkan kualitas tanah secara berkelanjutan. Material organik yang dapat digunakan yaitu ampas tebu dan feses sapi. Ampas tebu dan kotoran sapi merupakan limbah yang mudah didapat, namun pengolahannya masih terbatas. Ampas tebu memiliki kandungan karbon 47%, nitrogen 0.9% dan kadar air sekitar 50% (Nugraha, 2013). Dari latar belakang maka penelitian mengenai Pengaruh kombinasi kompos ampas tebu dan pupuk kimia terhadap perubahan sifat kimia tanah dan pertumbuhan jagung (Zea mays L.) pada Inceptisols dilakukan.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada 23 November 2022 sampai dengan 10 Mei 2024. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial, yang tersusun dalam 7 perlakuan dengan 3 ulangan,  sehingga terdapat 21 unit percobaan. Susunan perlakuannya yaitu kontrol, kompos ampas tebu 0 t ha-1, kompos ampas tebu 5 t ha-1 tanpa pupuk kimia, kompos ampas tebu 5 t ha-1 dengan pupuk kimia, kompos ampas tebu 10 t ha-1 dengan pupuk kimia, kompos ampas tebu 20 t ha-1 dengan pupuk kimia dan kompos ampas tebu dengan 40 t ha-1 dengan pupuk kimia. Parameter yang diamati adalah sifat kimia tanah (pH, C-organik, N-total, P-tersedia dan K-dd) dan pertumbuhan tanaman jagung (tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun). Pengamatan tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun diukur pada 15, 30, dan 45 hari setelah tanam (HST), sedangkan sifat kimia tanah (pH, C-organik, N-total, P-tersedia dan K-dd) diukur pada 45 HST.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos ampas tebu tidak berpengaruh nyata terhadap pH tanah, C-organik dan K-dd, namun berpengaruh sangat nyata terhadap N-total dan P-tersedia. Pada pertumbuhan tanaman jagung pemberian pupuk kompos ampas tebu perlakuan yang optimum ditunjukkan oleh parameter diameter batang yang berpengaruh sangat nyata pada usia 15 HST, 30 HST, dan 45 HST, pada parameter tinggi tanaman pupuk kompos ampas tebu berpengaruh sangat nyata pada usia  30 HST, 45 HST, serta pada parameter luas daun pemberian pupuk kompos ampas tebu berpengaruh nyata pada usia 30 HST dan berpengaruh sangat nyata pada usia 45 HST.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126997</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 17:34:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-29 08:14:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>