PENANGANAN DAN PERAWATAN TYMPANI PADA RUSA TUTUL DI KLINIK ADUN PET'S CARE BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK

PENANGANAN DAN PERAWATAN TYMPANI PADA RUSA TUTUL DI KLINIK ADUN PET'S CARE BANDA ACEH


Pengarang

Putri Maya - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nuzul Asmilia - 196712211992032001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2102001010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan - Kesehatan Hewan., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rusa adalah hewan mamalia pemamah biak yang termasuk kedalam famili Cervidae. Tympani merupakan gejala penyakit yang sering terjadi hampir semua tingkatan umur biasanya ternak ruminansia. Seekor rusa bernama Lullabi, berjenis kelamin jantan, berumur ±1 bulan, pada tanggal 15 Mei 2024 dibawa oleh pemiliknya ke Klinik Adun Pet’s Care Banda Aceh. Keluhan dari owner adalah rusa lemas, tidak nafsu makan, muntah dan diare. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik dimulai dari keadaan umum berat badan 3.5kg, suhu tubuhnya 36.8°C (hipotermia) dan pemeriksaan fisik dilakukan dari kranial sampai kaudal. Penanganan yang dilakukan pada rusa tutul dokter memberikan tindakan untuk dimasukkan dalam inkubator kemudian diberikan injeksi antibloat, antibiotik dan vitamin. Perawatan yang dilakukan yaitu pengecekan suhu secara rutin selama rawat inap dan pemberian susu setiap dua jam. Setelah tiga hari di rawat di klinik Adun Pet’s Care Banda Aceh rusa tutul sudah sehat dan dapat pulang.
Kata kunci : Rusa tutul, Tympani, Gangguan pencernaan

Deer are ruminant mammals belonging to the Cervidae family. Tympani is a symptom of a disease that often occurs at almost all ages, usually in ruminant livestock. A deer named Lullabi, male, ± 1 month old, on May 15 2024 was brought by its owner to the Adun Pet's Care Clinic Banda Aceh. Complaints from the owner were that the deer was weak, had no appetite, vomiting and diarrhea. Then a physical examination was carried out starting from the general condition, body weight 3.5kg, body temperature 36.8°C (hypothermia) and physical examination was carried out from cranial to caudal. The treatment carried out on the spotted deer, the doctor gave the procedure to put it in an incubator and then given anti-bloat injections, antibiotics and vitamins.The treatment carried out is checking the temperature regularly during hospitalization and giving milk every two hours. After three days of treatment at the Adun Pet's Care clinic in Banda Aceh, the spotted deer was healthy and able to go home. Keywords: Spotted deer, Tympani, indigestion

Citation



    SERVICES DESK