<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126943">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI DAN PURIFIKASI SENYAWA AKTIF ACTINOBACTERIA LAUT ASAL PULAU SERIBU SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dhea Syifa Uljannah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kadar radikal bebas yang tinggi pada tubuh dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti kanker. Selain bahaya dari penyakit akibat radikal bebas, penyakit infeksi akibat mikroorganisme patogen juga menjadi permasalahan. Penanganan yang diberikan untuk menangangi penyakit infeksi adalah pemberian antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik yang terus-menerus mengakibatkan bakteri patogen menjadi resisten. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi kadar radikal bebas dan resistensi antibiotik dapat dilakukan dengan menemukan senyawa antioksidan dan antibakteri. Salah satu sumber senyawa antioksidan dan antibakteri adalah Actinobacteria. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi daya hambat ekstrak Actinobacteria ACT.134 terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923, Bacillus subtilis ATCC 6633, Escherichia coli ATCC 25923, dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853;, mengetahui kemampuan ekstrak Actinobacteria ACT.134 dalam menangkal 50% radikal bebas menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl);, serta mengetahui senyawa aktif yang terkandung pada ekstrak Actinobacteria ACT.134. Parameter penelitian yang diamati meliputi zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak Actinobacteria ACT.134 terhadap bakteri uji, persentase aktivitas penangkapan radikal bebas dan nilai IC50, serta senyawa aktif yang terkandung pada ekstrak ActinobacteriaACT.134. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ekstrak Actinobacteria&#13;
ACT.134 dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif tergolong sangat kuatyaitu Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan rata-rata sebesar 21,87 dan Bacillus subtilis ATCC 6633 sebesar 21,63. Namun, memiliki kemampuan yang sangat lemah dalam menangkal radikal bebas dengan nilai IC50 sebesar 3.910 ppm. Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak Actinobacteria ACT.134 diduga adalah Actinomycin D dengan konsentrasi sebesar 279,0863 ppm.&#13;
Kata kunci : Actinobacteria, Ekstraksi, Antibakteri, Antioksidan, dan Senyawa aktif</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126943</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 15:04:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 15:13:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>