<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126899">
 <titleInfo>
  <title>RAGAM TUTUR PENUTUR BAHASA ACEH SEBAGAI BAHASA KEDUA DI KECAMATAN BAITUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdul Ghafur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Ghafur, Abdul. (2024). Ragam Tutur Penutr Bahasa Aceh Sebagai Bahasa Kedua di Kecamatan Baitussalam. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam tutur penutur bahasa Aceh sebagai bahasa kedua di Kecamatan Baitussalam. Metode yang  digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Teknik observasi yang diterapkan adalah teknik observasi berpartisipasi atau disebut juga participant observasion. Yang menjadi sumber data kajian ini adalah masyarakat penutur bahasa Aceh dengan latar belakang bahasa ibu atau bahasa pertama bukan bahasa Aceh. Pengumpulan data dilakukan dalam wilayah Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Analisis data dilakukan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) menyeleksi data, yang dilakukan dengan menandai data yang benar-benar diperlukan untuk dianalisis, (2) mengklasifikasikan data, yaitu mengelompokkan data berdasarkan ragam tutur masyarakat penutur bahasa Aceh sebagai bahasa kedua, perbedaan tuturan bahasa Aceh antara masyarakat yang berbahasa ibu bahasa Aceh dengan yang bukan, dan perbedaan intonasi antara keduanya, dan (3) mendeskripsikan keberagaman tuturan yang digunakan dengan berdasarkan landasan teori. Dari hasil kajian ini didapati lima belas data ragam tutur bahasa Aceh yang khas sebagai wujud tuturan penutur bahasa Aceh sebagai bahasa kedua. Ragam tutur tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan ragam tutur penutur bahasa Aceh sebagai bahasa pertama. Perbedaan tuturan tersebut meliputi perbedaan pelafalan, kosakata, dan intonasi. Dari hasil kajian ini dapat disimpulkan bahwa ragam tutur yang khas dalam tuturan penutur bahasa Aceh sebagai bahasa kedua sangat dipengaruhi oleh rentang waktu penguasaan bahasa Aceh dan frekuensi penggunaan bahasa Aceh sebagai bahasa kedua dalam interaksi sosial sehari-hari.&#13;
&#13;
Kata kunci : Ragam Tutur, Bahasa Aceh, Bahasa Kedua&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126899</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 11:57:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 14:39:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>