<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126870">
 <titleInfo>
  <title>INTERPRETASI STRUKTUR LITOLOGI BERDASARKAN PEMODELAN 1D DATA MAGNETOTELLURIK PADA WILAYAH ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FIRLIZAL RISKI PAUJI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Metode Magnetotellurik (MT) merupakan salah satu dari metode elektromagnetik yang memanfaatkan medan magnet alami yang berada di bawah permukaan bumi. Pada penggunaanya metode magnetotellurik digunakan dalam mengambarkan kondisi bawah permukaan. Pada perkembangan metode MT telah berkembang dengan pemodelan yang memperhatikan variasi lateral yaitu pemodelan 2D dan 3D. Namun pemodelan MT  1D hingga sekarang masih sering digunakan sebagai interpretasi awal dan menilai kulitas data setiap stasiun pengukuran berdasarkan gambaran distribusi parameter fisis pada data hasil pengukuran. Untuk itu dilakukan pemodelan 1D pada 8 stasiun data magnetotellurik dengan Panjang litasan 35 km menggunakan perangkat lunak WinGLink. Berdasarkan hasil pemodelan 1D pada kedalaman 0 - 1000 m menunjukan nilai resitivitas 0,1 – 100 Ωm yang diinterpretasikan sebagai endapan alluvium dengan material lumpur pasir dan kerikil. Dan di beberapa titik pengukuran yang berada dekat dengan lokasi Sesar menunjukan perubagan nilai resitivitas yang cukup signifikan 300 – 1000 Ωm pada kedalalaman 1000 – 5000 m yang diinterpretasikan sebagai batuan gamping.&#13;
&#13;
Kata kunci : Magnetotellurik, Model 1D, WinGLink.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126870</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 11:03:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 11:41:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>