Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KESESUAIAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK TERHADAP RTRW KOTA LHOKSEUMAWE
Pengarang
NAMIRAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
19730642008011013 - - - Dosen Pembimbing I
Arief Gunawan - 198908012021021101 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2004110010042
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Keberadaan RTH sangat penting disediakan pada wilayah perkotaan dan harus
dipertimbangkan dalam perencanaan tata ruang kota baik secara kuantitas maupun
kualitas. Kesalahan dalam pemanfaatan ruang dapat menyebabkan ketidaksesuaian
antara kondisi eksisting dengan perencanaan tata ruang wilayah, seperti pernah
terjadinya kesalahan pemanfaatan ruang kawasan perkantoran yang pada rencana
merupakan kawasan RTH publik. Hal tersebut harus di jaga agar kesalahan
pemanfaatan ruang tidak terjadi lagi, sehingga memerlukan perencanaan yang lebih
efektif dan adaptif untuk menghadapi perubahan tersebut. Untuk meminimalisir
kesalahan pemanfaatan ruang akan terjadi lagi maka diperlukannya analisis untuk
melihat kesesuaian RTH publik terhadap RTRW dan juga identifikasi karakteristik
untuk memastikan bahwa ruang hijau perkotaan yang tersedia saat ini dapat
memberikan berbagai manfaat bagi sistem perkotaan. Metode analisis yang dipakai
yaitu teknik analisis spasial dan analisis deskriptif kuantitatif, dengan variabel yang
dikaji yaitu keterjangkauan, keterlayanan, ketersebaran dan kesesuaian RTH publik
terhadap RTH publik RTRW dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik
pengumpulan data sekunder berupa data instansi dan studi literatur. Hasil
perhitungan berdasarkan perhitungan IHBI didapatkan luas RTH publik berdasarkan
Zona RTH hanya seluas 493 Ha atau 4%. Hasil analisis dari karakteristik RTH
publik yang terdiri dari analisis keterjangkauan menghasilkan seluas 988,02 Ha atau
59,84% permukiman dapat menjangkau RTH publik dan seluas 663,08 Ha atau
40,16% permukiman belum menjangkau RTH publik, analisis keterlayanan menghasilkan 70,67 Ha atau 86% terpenuhi dan 11,34 Ha atau 14% RTH publik
tidak memenuhi ketercukupan RTH publik/penduduk, dan analisis ketersebaran
menghasilkan pola RTH publik mengelompok. Hasil analisis kesesuaian RTH publik
terhadap RTRW Kota Lhokseumawe menghasilkan 267,06 Ha atau 20% sesuai dan
sebesar 1.044,44 Ha atau 80% belum sesuai.
The presence of green open spaces is highly needed in urban areas and must be taken into account in urban spatial planning, both in terms of quality and quantity. Errors in space utilization can cause discrepancies between existing conditions and urban spatial planning, which must be maintained to prevent such errors from recurring. This requires more effective and adaptive planning to address these changes. To minimize the likelihood of such space utilization errors recurring, it is necessary to analyze the compatibility of public green open spaces with Regional Spatial Planning (RTRW) and identify characteristics to ensure that the current urban green spaces can provide various benefits to the urban system. The analysis method used is spatial analysis and descriptive quantitative analysis, with variables such as accessibility, serviceability, distribution, and suitability of public green open spaces to the RTRW's public green open spaces using secondary data collection techniques such as data from institutions and literature studies. The results of the calculation based on the IHBI calculation obtained the total area of public green open spaces based on the Zone green open spaces is only 493 Ha or 4%. The analysis results of the characteristics of public green open spaces, consisting of accessibility analysis, resulted in an area of 988,02 Ha or 59,84% of the residential area can access public green open spaces and an area of 663,08 Ha or 40,16% of the residential area cannot access public green open spaces. The serviceability analysis resulted in 70,67 Ha or 86% being met and 11,34 Ha or 14% of public green open spaces not meeting the sufficiency of public green open spaces /population. The distribution analysis resulted in a pattern of public green open spaces clustering.The analysis results of the suitability of public green open spaces to the RTRW Lhokseumawe City resulted in 267,06 Ha or 20% being suitable and 1,044,44 Ha or 80% not being suitable.
ANALISIS KESESUAIAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK TERHADAP RTRW KOTA LHOKSEUMAWE (NAMIRAH, 2024)
STUDI FUNGSI TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK (STUDI KASUS TAMAN RIYADAH DAN TAMAN PARDEDE DI KOTA LHOKSEUMAWE) (Yasir Amani, 2025)
KAJIAN PENATAAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAWASAN PASAR ACEH KOTA BANDA ACEH (Nora Damayanty, 2017)
KONTROL ELIT POLITIK DAN KORPORASI DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN QANUN RTRW KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS BERKURANGNYA RUANG TERBUKA HIJAU) (Fadh Al Asy, 2026)
IMPLEMENTASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM WILAYAH KOTA BANDA ACEH (Ikhlas Saradiwa, 2017)