<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126824">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESESUAIAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK TERHADAP RTRW KOTA LHOKSEUMAWE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAMIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keberadaan RTH sangat penting disediakan pada wilayah perkotaan dan harus&#13;
dipertimbangkan dalam perencanaan tata ruang kota baik secara kuantitas maupun&#13;
kualitas. Kesalahan dalam pemanfaatan ruang dapat menyebabkan ketidaksesuaian&#13;
antara kondisi eksisting dengan perencanaan tata ruang wilayah, seperti pernah&#13;
terjadinya kesalahan pemanfaatan ruang kawasan perkantoran yang pada rencana&#13;
merupakan kawasan RTH publik. Hal tersebut harus di jaga agar kesalahan&#13;
pemanfaatan ruang tidak terjadi lagi, sehingga memerlukan perencanaan yang lebih&#13;
efektif dan adaptif untuk menghadapi perubahan tersebut. Untuk meminimalisir&#13;
kesalahan pemanfaatan ruang akan terjadi lagi maka diperlukannya analisis untuk&#13;
melihat kesesuaian RTH publik terhadap RTRW dan juga identifikasi karakteristik&#13;
untuk memastikan bahwa ruang hijau perkotaan yang tersedia saat ini dapat&#13;
memberikan berbagai manfaat bagi sistem perkotaan. Metode analisis yang dipakai&#13;
yaitu teknik analisis spasial dan analisis deskriptif kuantitatif, dengan variabel yang&#13;
dikaji yaitu keterjangkauan, keterlayanan, ketersebaran dan kesesuaian RTH publik&#13;
terhadap RTH publik RTRW dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik&#13;
pengumpulan data sekunder berupa data instansi dan studi literatur. Hasil&#13;
perhitungan berdasarkan perhitungan IHBI didapatkan luas RTH publik berdasarkan&#13;
Zona RTH hanya seluas 493 Ha atau 4%. Hasil analisis dari karakteristik RTH&#13;
publik yang terdiri dari analisis keterjangkauan menghasilkan seluas 988,02 Ha atau&#13;
59,84% permukiman dapat menjangkau RTH publik dan seluas 663,08 Ha atau&#13;
40,16% permukiman belum menjangkau RTH publik, analisis keterlayanan menghasilkan 70,67 Ha atau 86% terpenuhi dan 11,34 Ha atau 14% RTH publik&#13;
tidak memenuhi ketercukupan RTH publik/penduduk, dan analisis ketersebaran&#13;
menghasilkan pola RTH publik mengelompok. Hasil analisis kesesuaian RTH publik&#13;
terhadap RTRW Kota Lhokseumawe menghasilkan 267,06 Ha atau 20% sesuai dan&#13;
sebesar 1.044,44 Ha atau 80% belum sesuai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126824</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 09:38:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 10:13:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>