<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126823">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKERAGAMAN KUPU-KUPU PENGISAP BUAH PADA BEBERAPA TIPE HABITAT DI STASIUN PENELITIAN SORAYA, KAWASAN EKOSISTEM LEUSER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>QANITA LAYYINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian tentang keanekaragaman kupu-kupu pengisap buah pada beberapa tipe habitat di Stasiun Penelitian Soraya, Kawasan Ekosistem Leuser bertjuan untuk menghitung keanekaragaman kupu-kupu pengisap buah pada beberapa tipe habitat dan membandingkan efektivitas masing-masing jenis umpan yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimental dengan menggunakan perangkap umpan cylindrical gauze yang ditempatkan pada 60 titik di tiga habitat, yaitu hutan, restorasi dan perkebunan kelapa sawit. Sebanyak tiga jenis umpan berupa belimbing, nanas dan pisang diujikan secara multiple choice. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 – Juli 2024. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 501 individu dari 47 jenis kupu-kupu pengisap buah. Jumlah jenis dan individu kupu-kupu paling banyak ditemukan pada habitat hutan, yakni sebanyak 281 individu dari 37 jenis kupu-kupu dengan indeks keanekaragaman tergolong tinggi (H’ = 3,09). Jumlah jenis dan individu yang didapatkan di habitat restorasi sebanyak 107 individu dari 26 spesies sedangkan di habitat perkebunan kelapa sawit sebanyak 113 individu dari 19 jenis kupu-kupu. Indeks keanekaragaman pada habitat restorasi (H’ = 2,78) dan perkebunan kelapa sawit (H’ = 2,44) tergolong sedang. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan tipe habitat berpengaruh terhadap jumlah jenis dan individu kupu-kupu pengisap buah. Hasil uji lanjut Dunn Bonferroni menunjukkan habitat hutan memiliki nilai rata-rata tertinggi serta berbeda secara signifikan dengan habitat restorasi dan perkebunan kelapa sawit. Hasil uji Kruskal Wallis pada jenis umpan menunjukkan perbedaan jenis umpan tidak berpengaruh terhadap jumlah jenis kupu-kupu pengisap buah, namun berpengaruh terhadap jumlah individu. Hasil uji lanjut Dunn Bonferroni menunjukkan penggunaan umpan nanas memiliki perbedaan signifikan dengan umpan belimbing dan pisang. Umpan nanas memiliki efektivitas yang paling tinggi, diikuti oleh umpan pisang dan umpan belimbing.&#13;
&#13;
Kata kunci: kupu-kupu pengisap buah, keanekaragaman, Stasiun Penelitian Soraya</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BUTTERFLIES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HABITATIONS - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <classification>595.789</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126823</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 09:38:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-27 14:50:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>