<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126820">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN DI PUSAT KOTA BARU BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ABRAR RIZKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pulau panas permukaan kota (P3K) merupakan fenomena efek pemanasan akibat dari perbedaan suhu permukaan di daerah perkotaan dan perdesaan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh perubahan lahan terhadap suhu permukaan di Pusat Kota Baru Banda Aceh dengan mengukur wilayah-wilayah yang memiliki suhu permukaan tinggi dan rendah agar mengetahui sebaran P3K dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan suhu permukaan perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan Pusat Kota Baru Banda Aceh tahun 2013-2023 sebagian besar terjadi pada penggunaan lahan terbangun yang terus meningkat sebesar 44,06 ha atau 8% dari luasan sebelumnya dan diikuti dengan penurunan pada kelas penggunaan lahan lainnya. Suhu permukaan juga mengalami kenaikan pada periode penelitian dengan peningkatan suhu tertinggi hingga 6°C. NDVI dan NDWI dengan SPL menunjukkan adanya hubungan signifikan negatif pada periode penelitian dengan nilai koefisien determinasi (R2) antara SPL dengan NDVI pada tahun 2013 sebesar 4,55% dan tahun 2023 19,67%, serta nilai (R2) antara SPL dengan NDWI pada tahun 2013 sebesar 12,19 % dan tahun 2023 sebesar 10,6%. Sedangkan untuk NDBI dengan SPL menunjukkan hubungan signifikan positif pada periode penelitian dengan nilai koefisien determinasi (R2) antara SPL dengan NDBI pada tahun 2013 sebesar 15,76% dan tahun 2023 sebesar 19,6%. Peneliti merekomendasikan diperlukan pihak yang mengontrol terhadap kegiatan perubahan penggunaan lahan sesuai dengan SOP dan pengendalian kenaikan SPL dengan menuntut adopsi kebijakan kota yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi. Para pengambil kebijakan dan perencana kota diharapkan juga dapat menjadikan bahan masukan dan pertimbangan dengan melakukan langkah mitigasi menambah RTH sebesar 20% dari luas wilayah, penerapan konsep bangunan hijau, penggunaan warna atau material yang lebih terang, hingga menggunakan konsep pembangunan kota rendah karbon.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Perubahan Penggunaan Lahan, Pulau Panas Permukaan Kota, Suhu Permukaan Lahan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126820</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 09:27:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 10:38:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>