<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126810">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DARIRNLAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKY HAFZALUL ZIKRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fungi mikoriza arbuskula (FMA) merupakan asosiasi antara fungi dengan akar tanaman. Asosiasi ini berkembang luas di alam, hampir sebagian besar tanaman mampu bersimbiosis dengan FMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan spora FMA pada sawah tadah hujan di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Manfaat penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang adanya populasi dan jenis-jenis spora FMA pada lahan sawah tadah hujan untuk dapat dimanfaatkan menjadi pupuk hayati spesifik lahan sawah tadah hujan.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel tanah dilakukan secara acak. Pengambilan sampel tanah berdasarkan kriteria ada dan tidak adanya tanaman, yang dilakukan pada lahan sawah tadah hujan pada empat jenis tanah, yaitu Alluvial, Grumosol, Podsolik Merah Kuning, dan Podsolik Coklat. Metode isolasi dan identifikasi FMA menggunakan metode Schenck dan Perez (1990) dan Brundet (1996).&#13;
hasil isolasi spora FMA pada lahan sawah tadah hujan di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan bahwa jumlah spora FMA pada Alluvial, Grumosol, Podsolik Merah Kuning dan Podsolik Coklat lebih banyak dijumpai pada lahan yang ada tanaman padi dibandingkan tanpa tanaman padi. Jumlah spora FMA terbanyak dijumpai pada Podsolik Merah Kuning. hasil identifikasi menunjukkan bahwa Acaulospora dan Gigaspora merupakan jenis spora FMA yang diperoleh pada sawah tadah hujan di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126810</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 08:59:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 10:11:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>