<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126798">
 <titleInfo>
  <title>MODEL IN SILICO DAYA HAMBAT FABACEAE DAN RUTACEAE TERHADAP PENYAKIT HIV (HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS), HEPATITIS, TBC (TUBERCULOSIS), KANKER PAYUDARA DAN KANKER KULIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WANTI NURJADIDAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setiap daerah atau suku bangsa memiliki ciri khas masing-masing dalam hal pengobatan tradisonal yang disebabkan oleh kondisi alamnya, terkhusus ketersedian tumbuhan yang berkhasiat obat di masing-masing daerah. Taman Nasional Gunung leuser salah satu taman terbesar di Indonesia yang melindungi 158 spesies tumbuhan obat. Famili Fabaceae dan Rutaceae merupakan dua kelompok tumbuhan dengan potensi besar sebagai sumber obat herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa dari famili tumbuhan yaitu Fabaceae (spesies Dalbergia parviflora dan Flemingia strobilifera) serta famili Rutaceae (spesies Citrus aurantifolia, Citrus hystrix dan Ruta graveolens) yang berpotensi sebagai kandidat obat untuk HIV (human immunodeficiency virus), hepatitis, TBC (tuberculosis), kanker payudara dan kanker kulit. Senyawa-senyawa tersebut dipreparasi dan diuji menggunakan metode in silico, termasuk pengujian Lipinski’s Rule of Five dengan SWISSADME dan molecular docking dengan PyRx. Struktur 3D protein target diunduh dari Protein Data Bank dan diproses menggunakan BIOVIA Discovery Visualizer 2021. Hasil docking dianalisis berdasarkan nilai binding affinity dan interaksi ligan-reseptor divisualisasikan untuk menentukan senyawa dengan aktivitas terbaik. Rutagravine dari famili Rutaceae spesies Ruta graveolens memiliki nilai binding affinity paling baik untuk daya hambat TBC yaitu -9,2 kkal/mol dan memiliki 2 ikatan hidrogen. Ammajin dari famili Rutaceae spesies Ruta graveolens memiliki nilai binding affinity paling baik untuk daya hambat HIV yaitu -10,2 kkal/mol dengan 4 ikatan hidrogen yang terjadi. Helioxanthin dari famili Rutaceae spesies Ruta graveolens memiliki nilai binding affinity paling baik untuk daya hambat Hepatitis yaitu -8,4 kkal/mol dan memiliki 1 ikatan hidrogen. (-)-Ribalinine dari famili Rutaceae spesies Ruta graveolens memiliki nilai binding affinity paling baik untuk daya hambat kanker payudara yaitu -8,8 kkal/mol dan memiliki 2 ikatan hidrogen. Serta Quercetin dari famili Rutaceae spesies Citrus aurantifolia memiliki nilai binding affinity paling baik untuk daya hambat kanker kulit yaitu -8,5 kkal/mol dan memiliki 3 ikatan hidrogen.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126798</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 08:03:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 08:07:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>