Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
REDESAIN PASAR AL-MAHIRAH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR
Pengarang
jihan ramadhani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Cut Dewi - 197807152002122002 - Dosen Pembimbing I
Abdul Munir - 197207081998021001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2004104010056
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pasar Al-Mahirah merupakan salah satu pasar tradisional di Kota Banda Aceh yang terletak di Jl. Syiah Kuala, Lambaro Skep, Kec. Kuta Alam, Pasar yang dapat menampung sebanyak 789 pedagang ini memiliki enam bangunan. Area yang tidak terhubung pada pasar Al-Mahirah menyebabkan kesulitan dalam melakukan pergerakan di area yang berbeda dan juga memakan banyak waktu, Area luar bangunan yang luas menimbulkan banyaknya pedagang kaki lima illegal, dan juga infrastruktur jalan yang becek yang membuat jalanan berlumpur dan licin. Oleh karena itu, redesign pasar ini perlu dilakukan untuk meningkatkan aksebilitas dan konektivitas antar ruang sehingga menciptakan lingkungan yang terhubung dan memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk menjalankan aktivitasnya. Dan merancang penataan ruang luar pasar yang efektif sehingga tidak ada lagi pedagang kaki lima yang bertempat secara ilegal, menciptakan saluran air yang efisien, peningkatan drainase dan pengolahan limbah yang lebih baik, serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan lebih sesuai dengan tujuan mushalla sebagai tempat ibadah yang suci. Penerapan konsep Neo-Vernakular dilakukan untuk membantu mempertahankan dan membudayakan identitas lokal Aceh, hal ini juga diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat lokal.
Al-Mahirah Market is one of the traditional markets in Banda Aceh City, located on Jl. Syiah Kuala, Lambaro Skep, District. Kuta Alam, a market that can accommodate as many as 789 traders, has six buildings. Unconnected area of Al-Mahirah market causes difficulties in moving around different areas and also takes a lot of time. The large outdoor area of the building creates a large number of illegal street vendors, and also muddy road infrastructure which makes the roads muddy and slippery. Therefore, this market redesign needs to be carried out to improve accessibility and connectivity between spaces so as to create a connected environment and make it easier for users to carry out their activities. And designing effective outdoor market spatial planning so that there are no more street vendors located illegally, creating efficient water channels, improving drainage and better waste processing, as well as creating a comfortable environment that is more in line with the purpose of the prayer room as a place of worship. holy. The application of the Neo Vernacular concept is carried out to help maintain and cultivate Aceh's local identity, it is also hoped that it can build stronger relationships with local communities,
REDESAIN PASAR TRADISIONAL AL-MAHIRAH RAMAH DISABILITAS DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN (NAYRA ALQURANA AFZAL, 2025)
REDESAIN PASAR INDUK LAMBARO ACEH BESAR TEMA: ARSITEKTUR TROPIS (MARYAM SAFIYYA HISBULLAH, 2025)
STRUKTURASI PASAR DAN PEDAGANG DI PASAR AL-MAHIRAH (HASNIATI, 2024)
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN WILAYAH KOTA BANDA ACEH (MIRNA MAULIA R, 2020)
PERANCANGAN PASAR TRADISIONAL DI ULEE KARENG (Pina Mastura, 2020)