<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126794">
 <titleInfo>
  <title>REDESAIN PASAR AL-MAHIRAH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>jihan ramadhani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasar Al-Mahirah merupakan salah satu pasar tradisional di Kota Banda Aceh yang terletak di Jl. Syiah Kuala, Lambaro Skep, Kec. Kuta Alam, Pasar yang dapat menampung sebanyak 789 pedagang ini memiliki enam bangunan. Area yang tidak terhubung pada pasar Al-Mahirah menyebabkan kesulitan dalam melakukan pergerakan di area yang berbeda dan juga memakan banyak waktu, Area luar bangunan yang luas menimbulkan banyaknya pedagang kaki lima illegal, dan juga infrastruktur jalan yang becek yang membuat jalanan berlumpur dan licin. Oleh karena itu, redesign pasar ini perlu dilakukan untuk meningkatkan aksebilitas dan konektivitas antar ruang sehingga menciptakan lingkungan yang terhubung dan memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk menjalankan aktivitasnya. Dan merancang penataan ruang luar pasar yang efektif sehingga tidak ada lagi pedagang kaki lima yang bertempat secara ilegal, menciptakan saluran air yang efisien, peningkatan drainase dan pengolahan limbah yang lebih baik, serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan lebih sesuai dengan tujuan mushalla sebagai tempat ibadah yang suci. Penerapan konsep Neo-Vernakular dilakukan untuk membantu mempertahankan dan membudayakan identitas lokal Aceh, hal ini juga diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat lokal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126794</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 03:44:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 10:27:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>