<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126724">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR RISIKO RESPON AWALTERAPI ASAM VALPROAT PADA ANAK DENGAN EPILEPSI DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eva Devita Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Latar belakang Respon awal 3 bulan pertama terapi asam valproat merupakan faktor prognostik untuk memprediksi keberhasilan pengobatan. Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi respon awal terapi asam valproat diantaranya jenis kelamin, umur, riwayat keluarga dengan epilepsi, elektroensefalogram (EEG), ukuran kepala, tipe kejang, palsi serebral, dan frekuensi kejang sebelum terapi.&#13;
Tujuan Untuk mengetahui faktor risiko respon awal terapi asam valproat pada anak dengan epilepsi.&#13;
Metode Penelitian ini merupakan kohort retrospektif yang dilakukan pada anak yang baru terdiagnosis epilepsi. Data diambil dari rekam medis pasien berobat di Poliklinik Anak RSUD dr. Zainoel Abidin selama satu tahun. Respon awal buruk terapi asam valproat bila masih dijumpainya kejang selama 3 bulan pengobatan asam valproat.&#13;
Hasil Sebanyak 90 subjek dilibatkan dalam penelitian ini. Mayoritas berjenis kelamin lelaki sebesar 64,4%, yang berumur ≥3 tahun 87,8% dan 50% terdapat riwayat keluarga dengan epilepsi. Respon awal buruk terapi asam valproat pada penelitian ini 38,9%. Secara bivariat faktor risiko yang memengaruhi respon awal terapi asam valproat diantaranya umur, riwayat keluarga dengan epilepsi, elektroensefalogram, ukuran kepala, tipe kejang, palsi serebral dan frekuensi kejang sebelum terapi. Analisa multivariat didapatkan faktor risiko yang memengaruhi respon awal buruk terapi asam valproat pada anak dengan epilepsi terdiri dari palsi serebral (RR 62,62, IK95% 3,93 - 996,45), kejang fokal (RR 7,10, IK95% 1,15 -&#13;
43,80), riwayat keluarga dengan epilepsi (RR 6,58, IK95% 1,67-25,95),&#13;
elektroensefalogram abnormal (RR 5,27, IK95% 1,16 - 23,87).&#13;
Kesimpulan Faktor risiko yang paling memengaruhi respon awal buruk terapi asam valproat pada anak dengan epilepsi yaitu palsi serebral, kejang fokal, riwayat keluarga dengan epilepsi, dan elektroensefalogram abnormal.&#13;
Kata kunci: Epilepsi, faktor risiko, respon awal terapi asam valproat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126724</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 16:21:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 09:42:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>