<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126717">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN CONVENTION DAN EXHIBITION CENTER DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANGGUN ANDRIANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh merupakan kota yang utamanya mengembangkan sektor pariwisata dengan pengembangan destinasi alam. Namun, MICE diyakini bisa memajukan pariwisata di Banda Aceh. Pemerintah Kota Banda Aceh terus menggalakkan pengembangan industri Meetings, Incentives, Convention, and Exibhition (MICE) di Kota Banda Aceh. MICE mulai tumbuh cukup signifikan di Kota Banda Aceh, meskipun skalanya belum sebesar kota-kota besar lainnya yang memiliki convention dan exhibition yang memadai. Kota Banda Aceh saat ini telah memiliki beberpa gedung pertemuan namun gedung tersebut tidak memenuhi kebutuhan untuk dilakukannya kegiatan MICE. Untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai tujuan industri MICE maka di perlukan bangunan Convention dan Exhibition Center sebagai salah satu fasilitas pendukung dalam kegiatan MICE. Kota Banda Aceh membutuhkan tempat yang dibangun khusus untuk menyelenggarakan konvensi, pameran, serta kegiatan berskala besar yang bersifat masal dan sementara lainya, baik tertutup ataupun terbuka. Sebagai gerbang kemajuan kota Banda Aceh, maka tampilan dan bentuk bangunan Convention dan Exhibition Center di Banda Aceh menggunakan tema Arsitektur Fungsinalisme. Tema Arsitektur Fungsionalisme mencerminkan kemajuan dan mengikuti perekembangan global namun tetap memperhatikan masalah kontekstual.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126717</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 16:10:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 16:21:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>