PENGARUH FUNGI ENDOMIKORIZA DAN PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA KANDUNGAN N, P, DAN K TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) PADA ENTLSOL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH FUNGI ENDOMIKORIZA DAN PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA KANDUNGAN N, P, DAN K TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) PADA ENTLSOL


Pengarang

Hendra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0205101020017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

HENDRA. Pengaruh fungi endomikoriza dan pupuk guano terhadap pertumbuhan serta kandungan N, P, dan K tanaman jagung ( Zea mqys L.) pada Entisol (di bawah bimbingan Fikrinda sebagai pembimbing utama dan Zuraida
sebagal pembimbing anggota).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fungsi endomikoriza dan pupuk guano terhadap pertumbuhan dan kandungan hara N, P, dan K tanaman jagung (Zea mays L.) pada Entisol.
Penelitian ini dilaksanakan di Gampoeng Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, dan dilanjutkan di Iaboratorium Analisis Tanah dan Tanaman dan Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, serta analisis pupuk sebelum perlakuan dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas Matematika dan llmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari hingga Agustus 2009.
Penelitian ini menggunakan metode percobann dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama yang diteliti adalah fungsi endomikoriza (1) yang terdiri atas dua taraf yaitu tanpa endomikoriza (1o) dan dengan endomikoriza (I1) serta faktor kedua adalah pupuk guano (G) yang terdiri atas empat taraf yaltu 0 kg ha-I(Go), 1000 kg ha-I (Gi), 2000 kg ha.I (G2). 3000 kg ha-I (G3), sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percoban. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam (HST), berat basah den berat kering berangkasan atas umur 45 HST dan persentase akar terinfeksi endomikoriza pada 45 HST.
Hasil analisis ragam menuniukkan bahwa fungi endomikoriza berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanaman (HST), berat basah dan berat kering berangkasan atas umur 45 HST namun berpengaruh sangat nyata terhadap persentase akar terinfeksi endomikoriza pada 45 HST. Pupuk guano berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam (HST), berat basah dan kering berangkasan atas umur 45 HST dan persentase akar terinfeksi endomikoriza pada 45 HST. Tidak terdapat interaksi yang nyata terhadap semua parameter yang diamati akibat perlakuan fungi endomikoriza dan pupuk guano.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK