PENGARUH PEMBERIAN PUPUK FOSFAT DAN INTERVAL PENGAIRAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSL KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERILL) DI DAERAH IRIGASI BEURACAN KECAMATAN MEUREUDUE KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK FOSFAT DAN INTERVAL PENGAIRAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSL KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERILL) DI DAERAH IRIGASI BEURACAN KECAMATAN MEUREUDUE KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Asriati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951121724

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ASRIATI. Pengaruh Pemberian Pupuk Fosfat Dan Interval Pengairan Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai (Glycine max (L) Merill) Di Daerah lrigasi Beuracan Kecamatan Meureudue Kabupaten Pidie (di bawah bimbingan M. Rusli Alibasyah sebagai ketua dan Syamaun A. Ali sebagai anggota).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa dosis pupuk fosfat terhadap tanaman kedelai dan beberapa tingkat interval pengairan yang tepat, sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai di daerah irigasi Beuracan. Penelitian ini mengggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 3, dimana setiap perlakuan diulang tiga kali dengan dua faktor yang di cobakan yaitu : (1) dosis pupuk SP-36, terdiri dari empat taraf : 0 Kg ha-1, 60 Kg ha-1, 120 Kg ha-1, dan 180 Kg ha-1, (2) interval pengairan, terdiri dari : 3 hari, 6 hari dan 9 hari,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk fosfat (SP-36) berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong perumpun jumlah polong hampa, berat 100 butir biji kering dan hasil biji kering kedelai per plot, sedangkan tinggi tanaman pada umur 15 dan 45 HST berpengaruh nyata, tetapi tinggi tanaman pada umur 30 HST tidak berpengaruh nyata.
Interval pengairan berpengamh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah polong perumpun, jumlah polong hampa dan berat l00 butir biji kering, sedangkan hasil biji kering kedelai per plot menunjukkan pengaruh yang nyata..
Tidak terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara pemberian pupuk fosfat dan interfal pengairan. Hasil percobaan dari beberapa parameter yang di ukur menunjukkan bahwa pemberian fosfat pada dosis 120 Kg ha-1 dan interval pengairan 6 hari sekali lebih baik dari pembverian pupuk fosfat dosis 0,60 dan 180 Kg ha-1 serta interval penngairan 3 dan 9 hari sekali.
Pemberian pupuk fosfat (SP-36) pada dosis 120 Kg ha-I dan interval pengairan 6 hari sekali dapat direkomendasikan guna meningkatkan hasil kedelai di daerah lrigasi Beuracan Kecamatan Meureudue Kabupaten Pidie.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK