<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126647">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) MINYAK ATSIRI BERDASARKAN KANDUNGAN SENYAWA TERPENOID DAN APLIKASINYA PADA KRIM TABIR SURYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadya Humaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Minyak atsiri mengandung senyawa terpenoid yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan, sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam formulasi krim tabir surya. Penambahan minyak atsiri sebagai bahan aktif krim tabir surya mampu menangkal sinar UV dengan cara menyerap, menghamburkan, atau memantulkannya. Tujuan penelitian ini adalah Menentukan nilai SPF beberapa minyak atsiri yang diekstrak dari bagian bunga tanaman berdasarkan kandungan terpenoid, dan mempelajari proses pembuatan krim tabir surya dengan penambahan minyak atsiri serta menganalisis karakteristik mutu krim tabir surya yang dihasilkan. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap, penelitian tahap I bertujuan untuk skrining minyak atsiri yang memiliki nilai SPF tertinggi berdasarkan kandungan senyawa terpenoid. Penelitian tahap I menggunakan satu faktor yaitu jenis minyak yang terdiri dari 9 taraf, yaitu M1 = minyak melati, M2 = minyak lavender, M3 = minyak clary sage, M4 = minyak gardenia natural, M5 = minyak fresh lilac, M6 = minyak roman chamomile, M7 = minyak magnolia, M8 = minyak mawar, M9 = minyak kenanga. Pada penelitian tahap II bertujuan mengaplikasikan minyak atsiri yang memiliki nilai SPF tertinggi berdasarkan kandungan senyawa terpenoid dalam pembuatan krim tabir surya, faktor pertama yaitu jenis minyak yang terdiri dari 2 taraf yaitu M1 = minyak atsiri 1 dan M2 = minyak atsiri 2. Faktor kedua adalah konsentrasi minyak atsiri yaitu K0 = 0%, K1 = 0,3%, K2 = 0,6%, dan K3 = 0,9%. Analisis yang dilakukan pada minyak atsiri adalah analisis nilai SPF, sedangkan analisis pada sediaan krim tabir surya adalah nilai SPF, pH, homogenitas, daya sebar dan organoleptik hedonik (tekstur dan aroma). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil skrining aktivitas tabir surya dari 9 minyak atsiri yang berasal dari bagian bunga diperoleh 2 jenis minyak yang memiliki aktivitas tabir surya tertinggi yaitu minyak melati dengan nilai SPF 36,4 (kategori proteksi tinggi) dan minyak fresh lilac dengan nilai SPF 24,4 (kategori proteksi sedang). Nilai pH krim tabir surya telah memenuhi SNI 16-4399-2016 yaitu berkisar 4,5- 8. Sediaan krim homogen, terdistribusi secara merata dan tidak terlihat adanya butiran kasar. Krim tabir surya yang disukai panelis adalah krim dengan dengan penambahan minyak atsiri pada konsentrasi 0,3%</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126647</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 12:33:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 22:20:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>