<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126645">
 <titleInfo>
  <title>TATALAKSANA PERAWATAN VULNUS MORSUM PADA KUCING DOMESTIK DI KLINIK HEWAN DINAS PETERNAKAN ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Citra Adita Chantika</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Vulnus morsum adalah luka akibat gigitan hewan yang disertai nyeri dan&#13;
rasa sakit yang memungkinkan timbulnya tanda-tanda infeksi. Luka dari gigitan&#13;
biasanya jika dibiarkan terlalu lama tanpa diobati akan mengalami gejala infeksi yang&#13;
diakibatkan oleh bakteri, mikobakteri dan jamur. Tugas akhir ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui penanganan dan perawatan vulnus morsum pada kucing domestic di&#13;
klinik hewan dinas peternakan aceh. Kucing berjenis domestik bernama Meimei&#13;
berusia 2 tahun dengan berat badan 2,5 kg mengalami luka parah pada bagian kepala,&#13;
mata dan kaki. Kucing didiagnosa mengalami vulnus morsum yang diakibatkan oleh&#13;
gigitan musang domestik. Vulnus morsum ditangani dengan melakukan operasi&#13;
pembedahan. Proses operasi dilakukan terlebih dahulu dengan cara pencukuran bulu&#13;
dan pembersihan pada bagian luka dengan mengunakan NaCL fisiologis, kemudian&#13;
pengangkatan pada bagian jaringan yang sudah mati atau rusak untuk membuat&#13;
jaringan luka baru agar bisa menyatu, dan dilanjutkan dengan penutupan luka&#13;
menggunakan jahitan. Pemberian obat injeksi diberikan pada hari ke 1 s/d hari 8&#13;
pasca operasi dan pemberian oral diberikan pada hari 9 s/d hari 15 pasca operasi yaitu&#13;
antibiotik, antiinflamsi dan supportif yang digerus menjadi satu dalam kapsul, dengan&#13;
pemberian 2 kali sehari. Kesimpulanya adalah kucing di diagnosis mengalami vulnus&#13;
morsum dengan pronogsis fausta dan perawatan pada hari ke 10 keadaan luka belum&#13;
tertutup sempurna, tanda radang sudah tidak ada lagi dan secara pemeriksaan klinis&#13;
keadaan kucing sudah membaik dengan meningkat nya kembali bobot badan pada&#13;
kucing.&#13;
Kata kunci : Kucing, pembedahan, vulnus morsum.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126645</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 12:26:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 15:46:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>