<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126617">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN STRUKTUR KERAK BUMI WILAYAH ACEH BESAR-BANDA ACEH MENGGUNAKAN TOMOGRAFI AMBIENT NOISE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadiatul Asra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Struktur kerak bumi Banda Aceh dan Aceh Besar perlu dikaji mengingat wilayah tersebut rentan terhadap aktivitas seismik karena diapit oleh Patahan Aceh dan Seulimum. Penelitian ini bertujuan mencitrakan struktur kerak bumi di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar menggunakan metode Ambient Noise Tomography (ANT) untuk mengidentifikasi variasi litologi dan fitur geologi berdasarkan model kecepatan Gelombang Permukaan. Data seismik direkam selama 10 bulan oleh 53 stasiun seismik yang melingkupi area Aceh Besar, Banda Aceh Tangse dan sebagian Aceh Jaya. Solusi Green’s Function yang baik diperoleh melalui korelasi silang dengan parameter meliputi sampling rate 5 sps, penghapusan respon instrumen, window length 14.400 detik dan overlap 3.600 detik. Tahapan Tomografi terdiri dari forward calculation menggunakan fast marching method (FMM) dan Inversi menggunakan Metode Subspace. ANT berhasil memodelkan struktur kerak bumi untuk perioda 2 hingga 12 detik sementara untuk perioda lebih besar dari 12 detik jumlah datanya lebih kecil. Anomaly kecepatan rendah sekitar Cekungan Banda Aceh diinterpretasikan sebagai sediment di bagian tengah yang diapit oleh anomaly kecepatan lebih tinggi (batuan keras) di Barat-Selatan dan utara (sekitar Neuheun). Berdasarkan peta tomografi, penelitian ini menemukan anomali kecepatan rendah yang diinterpretasikan sebagai struktur geologi yang belum terpetakan sebelumnya seperti Basin Banda Aceh yang menerus ke Barat Laut Banda Aceh dan Basin Kreung Raya. Pada perioda 6 detik, penelitian ini menemukan anomali kecepatan rendah di bawah Gunung Api Seulawah yang diinterpretasi sebagai dapur magma. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode ANT efektif dalam memetakan struktur kerak bumi dan memberikan wawasan baru tentang kondisi batuan yang tidak mudah dipetakan secara geologi. &#13;
&#13;
Kata kunci: Ambient Noise Tomography, Green’s Function, struktur kerak bumi, gelombang seismik, geologi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126617</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 10:59:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 15:28:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>