LAJU INFILTRASI PADA BERBAGAI JENIS TANAH DAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN RANTAU ACEH TAMIANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

LAJU INFILTRASI PADA BERBAGAI JENIS TANAH DAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN RANTAU ACEH TAMIANG


Pengarang

M. SADRI FAUZI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hairul Basri - 196702101991021001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1805108010034

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Jumlah air yang masuk melalui permukaan tanah dalam satuan waktu disebut laju infiltrasi, diukur
dalam satuan mm/jam atau cm/jam. Kapasitas infiltrasi adalah laju maksimum infiltrasi untuk jenis tanah
tertentu. Laju infiltrasi dipengaruhi oleh intensitas hujan dan dapat sama atau lebih rendah dari nilai kapasitas
infiltrasi. Penggunaan lahan seperti pemukiman dan kebun akan berdampak pada sifat-sifat tanah yang
mempengaruhi laju Infiltrasi karena permukaan tanah tertutup atau terganggu. Di Kecamatan Rantau terdapat
dua jenis tanah, yaitu Inceptisol dan Ultisol. laju infltrasi dapat dipengaruhi oleh sifat dan karakteristik tanah
(tekstur, kadar bahan organik, porositas, berat isi, permeabelitas, dan kemantapan agregat). Oleh karena itu,
penelitian mengenai laju infiltrasi pada berbagai jenis tanah dan penggunaan lahan di Kecamatan Rantau
Kabupaten Aceh Tamiang perlu dilakukan sebagai bahan evaluasi dan referensi bagi masyarakat dalam
menentukan penggunaan lahan yang sesuai. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode survai
deskriptif kuantitatif, yaitu dengan melakukan observasi di lapangan. Pengukuran laju infiltrasi di lapangan
kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Horton. Untuk dapat mengetahui hubungan antar faktor yang
mempengaruhi Infiltrasi diuji dengan analisis regresi berganda. Objek penelitian ini adalah Kecamatan Rantau,
Kabupaten Aceh Tamiang. Kriteria laju infiltrasi pada Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang berada
pada sedang dan agak cepat. Nilai kapasitas infiltrasi maksimum yang paling lambat dengan nilai 25,71 mm/jam
berada pada titik sampel SPL 3.1 dengan penggunaan lahan pemukiman dan jenis tanah Ultisol, sedangkan Nilai
kapasitas infiltrasi tercepat dengan nilai 86,69 mm/jam pada titik sampel SPL 3.2 dengan penggunaan lahan
pemukiman dan jenis tanah Ultisol. Faktor tekstur tanah, bahan organik tanah, porositas, berat isi tanah,
permeabilitas, dan kemantapan agregat secara bersama-sama tidak mempengaruhi laju infiltrasi.

The amount of water that enters through the soil surface in a unit of time is called the infiltration rate, measured in mm/hour or cm/hour. Infiltration capacity is the maximum rate of infiltration for a particular type of soil. The infiltration rate is influenced by the intensity of rain and can be equal to or lower than the infiltration capacity value. Land use such as residential areas and gardens will have an impact on soil properties which affect the infiltration rate because the soil surface is covered or disturbed. In Rantau District there are two types of soil, namely Inceptisol and Ultisol. The infiltration rate can be influenced by the nature and characteristics of the soil (texture, organic matter content, porosity, bulk density, permeability and aggregate stability). Therefore, research on infiltration rates on various types of soil and land use in Rantau District, Aceh Tamiang Regency needs to be carried out as evaluation and reference material for the community in determining appropriate land use. The method used in this research is a quantitative descriptive survey method, namely by conducting observations in the field. Measurements of infiltration rates in the field were then analyzed using the Horton method. To be able to determine the relationship between factors that influence infiltration, it was tested using multiple regression analysis. The object of this research is Rantau District, Aceh Tamiang Regency. The infiltration rate criteria in Rantau District, Aceh Tamiang Regency are moderate and rather fast. The slowest maximum infiltration capacity value with a value of 25.71 mm/hour was at the SPL 3.1 sample point using residential land and Ultisol soil types, while the fastest infiltration capacity value was 86.69 mm/hour at the SPL 3.2 sample point using residential land and Ultisol soil type. The factors of soil texture, soil organic matter, porosity, soil density, permeability and aggregate stability together do not affect the infiltration rate.

Citation



    SERVICES DESK