<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126583">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS BATUAN ASAL (PROVENANCE) BATUPASIR ANGGOTA PADANGTIJI KECAMATAN PADANG TIJI, KABUPATEN PIDIE, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JIHAN TRIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menggabungkan pemetaan geologi lapangan dengan analisis batuan asal (provenance) untuk memahami kondisi geologi dan asal-usul batuan sedimen di wilayah Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, dengan cakupan area seluas 4x6 km atau 24 km². Pemetaan ini bertujuan untuk memperoleh informasi geologi yang mencakup aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan lingkungan pengendapan. Hasil pemetaan geologi menggambarkan kompleksitas geologi di daerah penelitian. Aspek geomorfologi terdiri dari Unit Bentuklahan Asal Denudasional (D2 &amp; D5), Unit bentuklahan Asal Fluvial (F2), dan Unit Bentuklahan Asal Struktural (S1). Tipe pola pengaliran yang teridentifikasi adalah dendritik dengan bentuk lembah V-U, kategori sungai berstadia dewasa. Litologi penyusun daerah pemetaan terdiri dari batulanau gampingan kotabakti, batupasir gampingan, batupasir, dan endapan aluvial. Klasifikasi batupasir oleh Pettijohn (1973) dan penentuan batuan asal (provenance) oleh Dickinson dan Suzeck (1975) melibatkan pengamatan petrografi dan perhitungan butir (point counting) terhadap 4 (empat) sayatan tipis batupasir dari Anggota Padangtiji (Tuktp). Hasil pengamatan petrografi batupasir mengungkapkan variasi signifikan. Berdasarkan persentase komposisi mineral kuarsa (Q), feldspar (F), dan litik (L), batupasir Anggota Padangtiji (Tuktp) dikategorikan ke dalam 2 (dua) tipe: batupasir A20 sebagai mudrock dan batupasir A18, E01, serta E10 sebagai lithic wacke. Analisis provenance menunjukkan bahwa sampel batupasir A18 berasal dari tatanan tektonik recycled orogenic sub zona transitional recycled, batupasir A20 berasal dari tatanan tektonik continental block sub zona craton interior, sedangkan batupasir E01 dan E10 dikategorikan sebagai batuan yang berasal dari tatanan tektonik magmatic arc sub-zona transitional arc. &#13;
Kata Kunci: Pemetaan geologi, Padang Tiji, provenance, QFL, point counting.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126583</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 04:57:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 13:38:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>