<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126560">
 <titleInfo>
  <title>PENANGANAN UROLITHIASIS PADA KUCING ANGGORA DI UPT LABORATORIUM VETERINER DAN KLINIK HEWAN PROVINSI RIAU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aidha Ayu Pratiwi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Urolithiasis merupakan salah satu penyebab terjadinya Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD), yaitu penyakit yang mengganggu saluran urinasi pada kucing. Pada studi ini, seekor kucing anggora jantan berumur 2 tahun bernama Tom datang dengan keluhan muntah 2 hari, sulit urinasi dan tidak mau makan. Kucing ini memiliki berat badan 6 kg dengan suhu tubuh 40,5 °C. Pada saat dilakukan palpasi oleh dokter dibagian abdomen, terdapat adanya pembesaran pada vesica urinaria, dan terasa padat dan keras. Untuk penegakan diagnosa dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan sedimentasi urine. Hasil pemeriksaan sedimentasi urine menunjukkan adanya kristal struvit dan eritrosit pada kucing, dan hasil USG menunjukkan adanya kristal pada vesica urinaria. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kucing Tom mengalami FLUTD. Penanganan yang dilakukan dokter adalah pemasangan kateter dan pemberian obat antibiotik kombinasi amoxicillin-clavulanate, campuran meloxicam dan heptasan, serta peluruh kristal neuprolit. Kucing Tom dinyatakan sembuh setelah 11 hari dilakukan penanganan.&#13;
Kata Kunci : Kucing, urothiliasis, FLUTD, urinasi, vesica urinaria&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126560</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-24 22:17:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 13:25:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>