<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126541">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR  (MORINGA  OLEIFERA) DALAM AIR MINUM TERHADAP KUALITAS FISIK KARKAS  AYAM BROILER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURUL HASANAH MAHA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan terhadap produktivitas ayam pedaging antara lainpenggunaan berbagai jenis tanaman herbal. Salah satu jenis tanaman herbal yang dimaksud adalah daun kelor.Daun kelor mengandung bahan aktif seperti karoteinoid, selenium, flavonoid, fenolik, dan protein cukup tinggi,  yaitu sekitar 24,5 % sehingga dapat memperbaiki performa ternak. Daun kelor juga mengandung  enzim protease yang mampu memecah protein dalam daging sehingga daging menjadi lebih empuk. Keempukan merupakan salah satu parameter penting dalam kualitas daging.Kualitas daging berkaitan erat dengan sifat fisik daging. Kualitas fisik daging merupakan salah satu penilaian konsumen dalam memilih daging. Daging yang berkualitas baik dapat dilihat dari kualitas fisiknya, yang meliputi derajat keasaman atau pH, susut masak, dan keempukan daging.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Departemen Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala tanggal 29 Maret sampai dengan 2 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan 100 ekor anak ayam broiler (DOC) strain MB 90 produksi PT Japfa Comfeed Indonesia, Medan. Ransum perlakuan adalah  P0+= pemberian air minum ditambah vita stress atau tanpa EDK dengan pemberian pakan 100% ransum komersil (RK),  P0-=  pemberian air minum ditambah vita stress (VS) atau tanpa EDK namun pemberian pakan 80% RK disubstitusi dengan  20% bahan pakan substitusi (BPS), P1= pemberian air minum dengan pemberian EDK 0,5 g/L air;  pakan 80%  RK +  20% BPS, P2= pemberian air minum dengan pemberian EDK 1 g/L air;  pakan 80% RK + 20% BPS, dan P3= pemberian air minum dengan pemberian EDK 2 g/L air;  pakan 80% RK + 20% BPS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap  dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan.  Setiap ulangan  merupakan unit percobaaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor anak ayam. Data yang didapat ditabulasikan, kemudian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila hasil dari analisis tersebut didapatkan hasil yang berbeda nyata, analisis dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. &#13;
Hasil sidik ragam memperlihatkan bahwa pemberian EDK dalam air minum dengan pemberian ransum substitusi tidak berpengaruh  nyata (P&gt;0,05) terhadap pH, susut masak, dan keempukan daging ayam broiler. Nilai pH daging dari semua perlakuan relatif tidak jauh berbeda dengan kisaran 5,62–5,82 dan nilai pH ini termasuk normal. Meskipun terlihat persentase susut masak daging ayam broiler yang berasal dari ayam yang diberi EDK dalam air minum (P1, P2, P3) cenderung relatif lebih rendah dibandingkan dengan daging ayam broiler yang berasal dari ayam yang tanpa diberi EDK dalam air minum  (P0+, P0-), perbedaan tersebut secara statistik tidak nyata. Terlihat juga daging ayam broiler yang berasal dari ayam yang diberi EDK dalam air minum (P1, P2, P3) cenderung relatif lebih empuk dibandingkan dengan daging ayam broiler yang berasal dari ayam yang tanpa diberi EDK dalam air minum (P0+, P0-) namun , perbedaan tersebut secara statistik tidak nyata. &#13;
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor yang diekstrak dengan etanol 95%  dalam air minum dalam level 0,5–2 g/L air minum tidak mempengaruhi kualitas fisik daging ayam broiler yang diukur berdasarkan susut masak, pH, dan keempukan. Penggunaan ekstrak daun kelor yang diekstrak dengan etanol 95% sebanyak 0,5–2 g/L air minum dapat  menggantikan penggunaan vita stress sebagai pencegah stress pada ayam tanpa berakibat buruk terhadap kualitas fisik daging ayam broiler.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126541</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-24 20:31:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 11:43:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>