<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126526">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERBEDAAN JENIS HORMON PERANGSANG OVULASI TERHADAP KUALITAS TELUR, PENETASAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN SEURUKAN (OSTEOCHILUS JERUK)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DWIMUTIA TASNARIZKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan Seurukan (Osteochilus jeruk) adalah salah satu spesies ikan air tawar lokal yang memiliki nilai ekonomis dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai ikan target budidaya. Pasokan ikan seurukan untuk kebutuhan konsumsi saat ini masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam sehingga perlu dikembangkan usaha budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perbedaan jenis hormon perangsang ovulasi terhadap kualitas telur, penetasan dan kelangsungan hidup larva ikan seurukan. Ikan Seurukan yang digunakan sebanyak 75 ekor dengan rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri atas P1 (Ovaprim 0.5 ml/kg), P2 (Ovaspec 0.5 ml/kg), P3 (HCG 0.5 ml/kg), P4 (Ovalumon 0.5 ml/kg) dan P5 (Testohormon 0.5 ml/kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon ovaprim merupakan perlakuan terbaik dalam mempercepat waktu laten yaitu 380 menit, dan dapat meningkatkan nilai diameter telur sebesar 1.78 mm, jumlah telur sebanyak 3970 butir/induk, derajat pembuahan 82.40%, derajat penetasan sebesar 100%, kelangsungan hidup sebesar 100% dan normalitas larva ikan seurukan sebesar 100%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa hormon ovaprim adalah jenis hormon yang terbaik untuk mempercepat waktu laten, meningkatkan diameter telru, jumlah telur, dan derajat pembuahan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Ikan Seurukan, Ovaprim, Ovaspec, HCG, Ovalumon dan Testohormon.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISH FARMING - FRESHWATER</topic>
 </subject>
 <classification>639.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126526</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-24 18:06:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 10:51:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>