Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KOLABORASI ANTAR AKTOR PEMERINTAH DAN NON-PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DI KOTA SUBULUSSALAM
Pengarang
Arfandi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I
Bustami Usman - 195912311985011001 - Dosen Pembimbing II
Helmi - 198804272017011101 - Penguji
Reza Fahlevi - 198908282021021101 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1910104010041
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Potensi pariwisata di suatu daerah tertentu perlu disadari dan dikembangkan karena di era seperti sekarang ini pengembangan industri pariwisata menjadi salah satu industri yang paling menjanjikan sebagai sarana pendapatan bagi masyarakat. Kota Subulussalam memiliki potensi pariwisata yang cukup baik untuk dapat di kembangkan sebagai upaya alternatif meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh dari media dan observasi, ditemukan masih banyak persoalan yang terjadi terhadap pengembangan potensi pariwisata di kota Subulussalam ini, seperti masih buruknya sarana dan prasarana yang ada dan lambatnya pertumbuhan sektor pariwisata di kota Subulussalam, hal tersebut dapat dilihat dari belum terbentuknya peraturan terkait kepariwisataan, masih kecilnya pendapatan sektor pariwisata dan prioritas anggaran untuk sektor pariwisata yang begitu minim. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kolaborasi antar aktor pemerintah dan non- pemerintah dalam pengembangan potensi pariwisata di kota Subulussalam, mengetahui dan menjelaskan tantangan dan hambatan dalam pengembangan potensi pariwisata di kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan dianalisis menggunakan teori kolaborasi Aeni dan Astuti. Hasil penelitian ini menunjukkan pemerintah kota Subulussalam belum memiliki komitmen yang benar-benar kuat untuk mengembangkan potensi pariwisata di kota Subulussalam, meskipun pengembangan pariwisata masuk sebagai program unggulan pemerintah. Selain itu, masih ditemukan kendala lain yang menjadi hambatan dan tantangan dalam pengembangan potensi pariwisata di kota Subulussalam seperti masalah anggaran, komitmen, fasilitas buruk dan sumber daya manusia. Adapun saran yang dapat penulis berikan adalah pemerintah kota Subulussalam segera merealisasikan komitmen yang telah dibangun dan di optimalkan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kolaborasi dalam upaya pengembangan potensi pariwisata selama ini. Selain itu, perlu adanya sumber daya anggaran yang kuat pengawasan secara berkala dan inovasi terbaru dari pemerintah terutama pemimpin daerah kota Subulussalam.
Kata Kunci : Pariwisata, Potensi, kolaborasi
The tourism potential in a particular area needs to be realized and developed because in this era, the development of the tourism industry has become one of the most promising industries as a means of income for the community. Subulussalam City has good enough tourism potential to be developed as an alternative effort to improve community welfare. Based on data obtained from the media and observations, it was found that there are still many problems occurring with the development of tourism potential in Subulussalam City, such as the poor existing facilities and infrastructure and the slow growth of the tourism sector in Subulussalam City, this can be seen from the lack of related regulations. tourism, tourism sector income is still small and budget priorities for the tourism sector are very minimal. The aim of this research is to look at collaboration between government and non-government actors in developing tourism potential in Subulussalam City, to find out and explain the challenges and obstacles in developing tourism potential in Subulussalam City. This research uses a qualitative descriptive method and is explained using Aeni and Astuti's collaboration theory. The results of this research show that the Subulussalam City government does not yet have a truly strong commitment to developing tourism potential in Subulussalam City, even though tourism development is included as a flagship government program. Apart from that, other obstacles were found which became obstacles and challenges in developing tourism potential in Subulussalam City, such as budget problems, commitment, poor facilities and human resources. The advice that the author can give is that the Subulussalam city government immediately realizes the commitment that has been built and optimized as the party most responsible for collaboration in efforts to develop tourism potential so far. Apart from that, there needs to be strong budget resources, regular monitoring and the latest innovations from the government, especially the regional leaders of the city of Subulussalam. Keywords : Tourism, Potential, Collaboration
KOLABORASI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA KEPULAUAN BANYAK SEBAGAI WISATA BAHARI KABUPATEN ACEH SINGKIL (Ermi Sonia, 2025)
PEMBANGUNAN EKONOMI POLITIK MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA (STUDI TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SABANG) (Shinta Aliftia Lestari, 2016)
KOLABORASI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN DESA WISATA GAMPONG NUSA KABUPATEN ACEH BESAR (NATASYA DIHANDRA, 2024)
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BAHARI OLEH DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN ACEH BARAT (Dwi Oka Reza Gunawan, 2024)
KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SINGKIL DALAM SEKTOR PARIWISATA (DEWI KUMALA SARI, 2020)