ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Muhammad Rafi Farrel Fuady - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Halis Agussaini - 196508111993031001 - Dosen Pembimbing I
Fahmi Aulia - 199202172019031014 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004110010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perkembangan pembangunan di Kabupaten Aceh Besar berdampak pada perubahan
penggunaan lahan, khususnya konversi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian.
Ekspansi pembangunan yang cepat menyebabkan semakin banyak lahan pertanian
yang berubah fungsi, yang dapat mengurangi ketersediaan lahan sawah dan
produktivitas padi. Penurunan ini tidak sebanding dengan kebutuhan pangan penduduk
yang terus bertambah, sehingga daya dukung lahan pertanian menurun. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan pertanian di Kabupaten Aceh Besar
pada tahun 2023 dan memproyeksikan ketersediaan serta kebutuhan lahan pada tahun
2033. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan
memanfaatkan data sekunder untuk mendeskripsikan produktivitas pertanian,
ketersediaan lahan, kebutuhan lahan, dan status daya dukung lahan di wilayah tersebut.
Penelitian ini juga membandingkan daya dukung lahan pertanian pada tahun 2023 dan
2033 untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pada tahun 2023, terdapat 23 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar yang
memiliki status daya dukung lahan surplus. Namun, proyeksi untuk tahun 2033
menunjukkan bahwa hanya 16 kecamatan yang tetap memiliki status surplus,
sedangkan 7 kecamatan lainnya berubah menjadi defisit karena lahan pertanian sudah
tidak optimal untuk produksi. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian memberikan
beberapa rekomendasi, antara lain memperkuat kebijakan tata ruang untuk melindungi
lahan pertanian dari konversi serta melakukan pemantauan dan evaluasi berkala
terhadap kondisi daya dukung lahan pertanian dan efektivitas kebijakan yang
diterapkan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengambil kebijakan
dalam merumuskan strategi pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan menjaga
keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan lahan pertanian.
Kata Kunci: Daya dukung lahan, Kabupaten Aceh Besar, konversi lahan, penggunaan
lahan, produktivitas pertanian

The development progress in Aceh Besar Regency has impacted land use changes, particularly the conversion of agricultural land into non-agricultural land. Rapid development expansion has caused an increasing amount of agricultural land to change functions, which can reduce the availability of rice fields and rice productivity. This decline does not match the growing food needs of the population, leading to a decrease in the agricultural land carrying capacity. This study aims to analyze the agricultural land carrying capacity in Aceh Besar Regency in 2023 and project the availability and needs of land in 2033. The research method used is descriptive quantitative by utilizing secondary data to describe agricultural productivity, land availability, land needs, and the status of land carrying capacity in the area. This study also compares the agricultural land carrying capacity in 2023 and 2033 to meet the food needs of the population. The results showed that in 2023, there are 23 sub-districts in Aceh Besar Regency with a surplus land carrying capacity status. However, projections for 2033 indicate that only 16 sub-districts will maintain a surplus status, while the other 7 subdistricts will change to a deficit status due to the suboptimal utilization of agricultural land for production. To address this issue, the study provides several recommendations, including strengthening spatial planning policies to protect agricultural land from conversion and conducting regular monitoring and evaluation of the agricultural land carrying capacity and the effectiveness of the implemented policies. This study offers important contributions for policymakers in formulating sustainable regional development strategies and maintaining a balance between development needs and agricultural land. Keywords: Carrying capacity, Aceh Besar Regency, land conversion, land use, agricultural productivity

Citation



    SERVICES DESK