<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126468">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KETINGGIAN TEMPAT PENANAMAN DAN KUALITAS KOPIRNARABIKA GENOTIPE G3 DI DATARAN TINGGI GAYO, ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Kharisma Adha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi Arabika ditanam di Kabupaten Bener Meriah dengan berbagai varietas pada &#13;
satuan lahan yang sempit, sehingga muncul varietas komposit baru dengan karakteristik&#13;
kualitas yang berbeda. Kualitas yang kurang baik dari komposit baru menjadi permasalahan&#13;
bagi para konsumen kopi Arabika. Varietas-varietas kopi Arabika harus dipisahkan&#13;
berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya yang ideal. Oleh karena itu perlu dilakukan&#13;
penelitian uji kualitas varietas kopi Arabika di dataran tinggi Gayo pada masing-masing&#13;
ketinggian tempat pembudidayaannya.&#13;
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif&#13;
melalui survai lahan dan menganalisis data yang diperoleh di lapangan. Tahapan yang&#13;
dilakukan pada penelitian ini yaitu dimulai dengan persiapan, survai lapangan, pengambilan&#13;
sampel tanah, sampel gelondong merah, pengolahan kopi gelondong merah, analisis mutu&#13;
fisik biji kopi, analisis citarasa kopi, analisis sifat kimia tanah dan pengolahan data&#13;
karakteristik dan kualitas kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah.&#13;
Ketinggian tempat 1.300 – 1.400 m dpl merupakan wilayah yang mempunyai kebun&#13;
kopi terluas dan ketinggian &gt;1.600 m dpl merupakan wilayah yang mempunyai kebun kopi&#13;
terkecil. Reaksi (pH) tanah di seluruh tempat penelitian termasuk masam yaitu 4. Kandungan&#13;
C-Organik pada seluruh ketinggian tempat bervariasi, kandungan C-Organik tertinggi&#13;
terdapat pada ketinggian tempat &gt;1.600 m dpl yaitu sebesar 3,80% dan kandungan bahan&#13;
organik terkecil pada ketinggian 1.200 – 1.300 m dpl sebesar 2,13%. Nilai K-dd di seluruh&#13;
ketinggian tempat penelitian tergolong rendah. Nilai K-dd 0,49 cmol kg&#13;
 di ketinggian&#13;
tempat 1.500-1.600 merupakan nilai K-dd tertinggi dan nilai K-dd 0,12 cmol kg&#13;
-1&#13;
 merupakan&#13;
nilai K-dd terendah pada ketingian &gt;1.600 m dpl. Kualitas mutu fisik biji kopi Arabika&#13;
meliputi biji normal, rusak, peaberry dan longberry bervariasi. Mutu fisik biji normal&#13;
terbanyak terdapat pada ketinggian tempat &gt;1.600 m dpl. Mutu fisik biji rusak terbanyak&#13;
terdapat pada ketinggian tempat 1.400 – 1.500 m dpl. Presentase biji peabery terbanyak&#13;
terdapat pada ketinggian 1.400-1.500 m dpl. Presentase biji longberry terdapat pada&#13;
ketinggian 1.300-1.400 m dpl. Kualitas citarasa kopi Arabika diseluruh ketinggian tempat&#13;
mempunyai skor yang hampir sama dengan varietas-varietas yang berbeda. Kualitas citarasa&#13;
ertinggi terdapat pada ketinggian &gt;1.600 m dpl dengan skor 86,25. Berdasarkan analisis&#13;
korelasi dapat disimpulkan karakteristik tanah berkorelasi positif terhadap c-organik, after&#13;
taste, berat gabah, berat greenbean dan berkorelasi negatif terhadap berat biji rusak.&#13;
Ketinggian terbaik berdasarkan kualitas fisik dan citarasa adalah ketinggian &gt;1.600 m dpl.&#13;
Varietas G3 cocok ditanami pada ketinggian tempat &gt;1.600 m dpl. Peneliti menyarankan&#13;
untuk melakukan penelitian untuk melacak semua varietas yang dibudidayakan oleh petani. &#13;
-1</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126468</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-24 09:52:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-24 09:55:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>