<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126437">
 <titleInfo>
  <title>GREEN SYNTHESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN TUMBUHAN ENDEMIK KAWASAN GEOTERMAL IE SEU-UM SEULAWAH AGAM:</title>
  <subTitle>OPTIMASI REAKSI, KARAKTERISASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pati Kemala</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman yang tumbuh di daerah ekstrim seperti kawasan manifestasi geotermal mengandung metabolit sekunder yang lebih unik dibandingkan kawasan non ekstrim. Salah satu kawasan geotermal lokal di Provinsi Aceh adalah kawasan Gunung Seulawah Agam di Kabupaten Aceh Besar. Beberapa tumbuhan gulma yang tumbuh subur di kawasan ini ialah Acrostichum aureum, Lantana camara, dan Calotropis gigantea. Ketiga tumbuhan tersebut dilibatkan sebagai bioreduktor nanopartikel perak (AgNP) dan dievaluasi antimikrobanya terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Green synthesis AgNP yang terbentuk dengan bioreduktor ekstrak A. aureum (AgNP-AaL), L. camara (AgNP-LLc) dan C. gigantea (AgNP-LCg) dioptimasi terlebih dahulu menggunakan response surface methodologi (RSM) untuk diperoleh kondisi reaksi. AgNP yang diperoleh dalam studi ini dikarakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-VIS, Fourier Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscopy Energy-Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDX), dan Particle Size analyzer (PSA). Salah satu metode baru dalam pengembangan green synthesis AgNP dengan tujuan meningkatkan aktivitas antimikroba AgNP diperkenalkan dalam studi ini terhadap AgNP-LCg. Metode tersebut ialah metode green synthesis hybrid AgNP-LCg menggunakan minyak nilam Aceh. AgNP-LCg hasil green synthesis hybrid diuji aktivitas antimikrobanya terlebih dahulu sebelum dikarakterisasi untuk mengetahui apakah minyak nilam Aceh bereaksi sinergis dengan AgNP-LCg dalam menghambat aktivitas antimikroba. &#13;
Green synthesis AgNP-AaL disintesis dalam kondisi optimum reaksi yakni dengan mereaksikan ekstrak air A. aureum pH 8 dengan AgNO3 5 mM (sesuai dengan keadaan reaksi yang disarankan oleh RSM) menunjukkan terbentuknya partikel dalam rentang 44-90 nm, namun paling banyak ditemukan pada ukuran 90 nm. Karakterisasi AgNP-AaL menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan terbentuknya puncak SPR pada panjang gelombang 428 nm. Hasil analisis FTIR dari ekstrak AgNP-AaL mengidentifikasi adanya ikatan O-H, C=C, C=O, dan C-H. Hasil SEM-EDX menunjukkan AgNP-AaL ditemukan dalam bentuk sphere dengan kandungan unsur karbon (C) sebanyak 18,39%, oksigen (O) 25,72%, sodium (Na) 3, 68%, magnesium (Mg) 0, 66%, klor (Cl) 7,88%, pottasium (K) 4, 82% dan perak (Ag) 38,95%. AgNP-AaL diketahui memiliki aktivitas antibakteri Gram positif lebih kuat dibandingkan aktivitas antibakteri Gram negatif, namun tidak memiliki aktivitas antijamur. &#13;
Green synthesis AgNP-LLc disintesis pada kondisi optimum dari RSM dengan mereaksikan ekstrak air L. camara pH 8.6 menggunakan 4.3 mM AgNO3 menunjukkan terbentuknya partikel paling kecil dari seluruh sampel pada penelitian ini yakni 31-63 nm dengan ukuran rata-rata 44 nm.  AgNP-LLc menunjukkan terbentuknya puncak SPR pada panjang gelombang 417 nm. Hasil FTIR mengkonfirmasi ekstrak dan AgNP-LLc menunjukkan adanya gugus ─OH, ─NH, C=C, dan C─H aromatik. Hasil SEM-EDX menunjukkan AgNP-LLc ditemukan sebagian besar berbentuk sphere, meskipun ada pula yang berbentuk poligonal dengan jumlah atom Ag mencapai 69% merupakan logam paling dominan pada sampel. AgNP-LLc menghambat bakteri Gram positif lebih efektif dibandingkan bakteri Gram negatif, dengan peningkatan konsentrasi berkorelasi dengan peningkatan penghambatan. Namun AgNP-LLc tidak menunjukkan aktivitas antijamur terhadap C. albicans. &#13;
AgNP-LCg disintesis pada kondisi optimal yang disarankan oleh RSM yakni menggunakan ekstrak daun C. gigantea pH 9 dan 4 mM AgNO3 dan dihibridisasi dengan berbagai bentuk patchouli oil (PO) metah, air limbah distilasi (hidrolat), dan fraksi berat dan fraksi ringan-menghasilkan PO-AgNP-LCg, PH-AgNP-LCg, LP-AgNP-LCg, dan HP-AgNP-LCg. Sampel-sampel tersebut kemudian diuji aktivitas antibakteri Gram positif dan Gram negative, serta antijamurnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semua sampel, termasuk yang menggunakan air limbah distilasi, memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik. Namun, HP-AgNP-LCg memiliki peningkatan tertinggi; oleh karena itu, hanya HP-AgNP-LCg yang dilanjutkan ke tahap karakterisasi untuk dibandingkan dengan AgNP-LCg. Spektrofotometri UV-Vis menunjukkan puncak SPR AgNP-LCg pada 400 nm dan HP-AgNPsLCg pada 360 nm. Analisis FTIR mengkonfirmasi keberadaan gugus O-H, N-H, dan C-H dalam ekstrak C. gigantea dan seluruh sampel AgNP. Ukuran AgNP-LCg terkecil adalah 56 nm, yang mengindikasikan keberhasilan optimasi RSM. Analisis morfologi menggunakan SEM menunjukkan AgNP-LCg berbentuk bola namun HP-AgNP-LCg berbentuk kubus, dengan konfirmasi dominasi logam perak berdasarkan hasil EDX. Studi ini menunjukkan bahwa PO dalam bentuk apa pun secara signifikan meningkatkan sifat antimikroba AgNP-LCg. Temuan ini membuka jalan bagi eksplorasi agen antimikroba yang lebih baik dan ramah lingkungan, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ditemukan di Provinsi Aceh, Indonesia.&#13;
Kata Kunci: Calotropis gigantea, Acrostichum aureum, Lantana camara, antibakteri, antijamur</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126437</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 16:27:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-24 10:59:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>