<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126401">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOMPOKAN NILAI TUKAR MATA UANG DI ASIA TERHADAP DOLAR AS (USD) MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURUL SYAZANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Globalisasi telah mendorong perekonomian berbagai negara di dunia, salah satunya adalah  negara di Benua Asia yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Nilai tukar mata uang menjadi indikator penting dalam perkembangan sistem perekonomian antara negara ke arah yang lebih terbuka, dengan Dolar Amerika Serikat sebagai salah satu mata uang internasional. Pergerakan nilai tukar mata uang mampu mempengaruhi stabilitas perekonomian suatu negara. Namun, perubahan nilai tukar antar negara sulit dilihat pergerakannya secara menyeluruh, menciptakan ketidakpastian dalam perdagangan internasional, seperti terlihat dari melemahnya sebagian besar mata uang Asia terhadap dolar AS (USD) ditengah penguatan ekonomi AS. Untuk memahami dinamika ini, penerapan k-means clustering pada data time series nilai tukar mata uang di Asia dapat menghasilkan pola pengelompokan berdasarkan kemiripan perilaku pergerakan, sehingga dapat dilihat pola pergerakan nilai tukar mata uang di Asia terhadap dolar AS (USD) secara regional. Pengelompokan mata uang berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar AS (USD) dilakukan dengan menggunakan k-means clustering menggunakan tiga variasi pengukuran jarak yaitu Dynamic Time Warping (DTW), Soft-Dynamic Time Warping (Soft-DTW) dan Euclidean. Sedangkan penentuan jumlah cluster yang optimal diuji menggunakan silhouette index. Hasil penelitian menunjukkan pengelompokan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS (USD) paling optimal adalah menggunakan jarak Soft-DTW dengan jumlah cluster 4. Pemilihan jarak Soft-DTW dengan jumlah cluster 4 sebagai hasil cluster optimal berdasarkan nilai uji validitas silhouette index yang menghasilkan nilai paling tinggi dan mendekati nilai +1 yaitu sebesar 0,618. Berdasarkan 4 cluster hasil pengelompokan, pada cluster 1 terdapat 20 Mata uang. Cluster 2 terdapat 4 mata uang. Cluster 3 terdapat 14 mata uang, dan cluster 4 terdapat 9 mata uang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126401</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 13:17:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-24 10:04:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>