<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126388">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN SISTEM SCADA LAMPU LALU LINTAS CERDAS BERBASIS PLC OUTSEAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Gibran Althariq</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro dan Komputer</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lampu lalu lintas adalah alat yang digunakan untuk mengatur arus lintas. Saat ini, penyalaan lampu lalu lintas memiliki durasi tetap, sedangkan setiap jalur persimpangan jalan memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang berbeda-beda. Pengaturan lampu lalu lintas masih dilakukan secara manual oleh petugas Area Traffic Control System (ATCS) di Control Center (CC) Room. Oleh karena itu, penelitian ini untuk mengatur fase arus lalu lintas berdasarkan kondisi lalu lintas seperti kurang padat, padat, dan sangat padat, sehingga mempermudah petugas ATCS untuk mengontrol area persimpangan lalu lintas, meningkatkan keamanan lalu lintas serta dapat meminimalisir kemacetan lampu lalu lintas di setiap simpang. Penelitian ini menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) Outseal sebagai pengendali. Masukan yang digunakan adalah Real Time Clock (RTC) untuk mengidentifikasi waktu kemacetan, sensor inframerah untuk mendeteksi panjang antrian kendaraan, dan sensor inframerah proximity untuk menghitung jumlah kendaraan. Keluaran pada penelitian ini berupa lamanya durasi lampu lalu lintas mulai dari 10 detik hingga 60 detik. Penelitian ini mampu menyesuaikan durasi lampu hijau dengan kepadatan kendaraan, yang terbukti mengurangi waktu tunggu dan kelancaran lalu lintas dengan jumlah mobil 14 memberikan durasi hijau 20 detik dibandingkan dengan sistem sebelumnya dengan durasi tetap 60 detik. Penggunaan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) mampu melakukan pemantauan dan pengontrolan secara terpusat, serta dapat merekam dan menyimpan kondisi kepadatan kendaraan setiap 5 menit.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Lampu lalu lintas, PLC, RTC, inframerah, inframerah proximity, dan SCADA.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126388</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 12:36:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-24 09:52:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>