<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126387">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN LAHAN KOSONG DENGAN KONSEP TEMPORARY USE DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>KAMIKITA DAN JATO URBAN FARM)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Fadila Faza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	Perencanaan Wilayah dan Kota</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lahan merupakan sumber daya yang sangat krusial dalam mendukung kehidupan&#13;
manusia. Ketersedian lahan terbatas, namun kebutuhannya terus meningkat. Oleh&#13;
karena itu, penting untuk merencanakan pemanfaatan ruang dengan baik. Kota&#13;
Banda Aceh masih memiliki sejumlah lahan kosong yang belum dimanfaatkan.&#13;
Pemerintah Kota Banda Aceh merencanakan pemanfaatan lahan kosong melalui&#13;
urban farming untuk mewujudkan visi sebagai Kota Terhijau Tahun 2034. Ini&#13;
merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep temporary use. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengidentifikasi dua studi kasus penerapan pemanfaatan lahan&#13;
kosong dengan konsep temporary use di Kota Banda Aceh, yaitu kegiatan&#13;
KamiKITA dan Jato Urban Farm, serta strategi pengembangan prioritasnya&#13;
berdasarkan pendapat para ahli. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,&#13;
wawancara, dan kuesioner. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif&#13;
serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui strategi&#13;
pengembangan prioritas. Berdasarkan hasil survei, studi kasus pertama yakni&#13;
KamiKITA merupakan sebuah pusat komunitas pada lahan yang sebelumnya&#13;
digunakan untuk industri genteng. Studi kasus kedua, yaitu Jato Urban Farm&#13;
merupakan sebuah program ketahanan pangan dibawah Kemendes PDTT pada lahan&#13;
kosong milik warga. Berdasarkan hasil analisis, empat karakteristik yang menjadi&#13;
prioritas dalam pengembangan kegiatan temporary use adalah ketersediaan lahan,&#13;
kesempatan untuk partisipasi masyarakat, kerangka yang jelas, dan kemudahan&#13;
dalam akses finansial. Adapun dampak dari penerapan konsep temporary use adalah&#13;
dapat meningkatkan kehidupan dan keindahan kota serta sosial ekonomi masyarakat,&#13;
mendorong kesesuaian penggunaan lahan, dan dapat menjadi strategi untuk&#13;
pengembangan kota.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126387</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 12:36:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-24 09:32:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>