<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126378">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI UNSUR HARA MIKRO PADA LAHAN PERKEBUNAN JERUK SIAM DI AGRO PARK KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SUCI MUBAROKAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Jeruk siam merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang mempunyai peran &#13;
penting dalam memenuhi kebutuhan sektor perekonomian di Provinsi Aceh. Kecamatan &#13;
Padang Tiji merupakan salah satu produsen terbesar yang menghasilkan produksi jeruk siam &#13;
di Kabupaten Pidie. Dilakukannya penelitian ini ialah untuk melihat kenapa produksi jeruk &#13;
siam di Kecamatan Padang Tiji menurun pada tahun 2021 yaitu 17, 4 ton menjadi 11,4 ton &#13;
pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi unsur hara mikro pada lahan &#13;
perkebunan jeruk siam di Agro Park Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode &#13;
deskriptif yang didasarkan pada analisis Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman di &#13;
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala meliputi pH dan C-organik. Dilanjutkan dengan &#13;
Laboratorium Instrumentasi dan Penelitian di Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala &#13;
meliputi Fe, Mn, Cu, dan Zn. &#13;
Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan metode soil random &#13;
sampling. Sampel tanah diambil pada tiga titik, dimana setiap titik mencakup 5 sub sampel &#13;
yang kemudian dijadikan satu sampel satuan lahan yang dilakukan secara komposit sehingga &#13;
total keseluruhan 6 sampel. Setiap sampel tanah yang diperoleh diberi nama atau kode &#13;
menggunakan kertas label. Setelah itu, titik koordinat setiap lokasi dicatat dengan &#13;
menggunakan global positioning system (GPS). &#13;
Berdasarkan hasil analisis laboratorium, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Sampel &#13;
Titik 3 pada kedalaman 40 cm memiliki pH tanah sebesar 7,86 yang termasuk kategori agak &#13;
alkalis, sedangkan sampel Titik 1 pada kedalaman 40 cm dengan pH 6,24 termasuk kategori &#13;
agak masam. Nilai C-Organik pada sampel Titik 2 kedalaman 20 cm adalah 1,24%  termasuk &#13;
dalam kategori rendah, sementara sampel Titik 1 pada kedalaman 40 cm memiliki nilai C&#13;
Organik sebesar 0,53% yang termasuk kategori sangat rendah. Konsentrasi Fe tertinggi &#13;
ditemukan pada sampel Titik 3 kedalaman 40 cm dengan nilai 9,2581 mg.l-1 (kategori &#13;
tinggi), sedangkan konsentrasi Fe terendah terdapat pada sampel Titik 1 kedalaman 40 cm &#13;
dengan nilai 0,0316 mg.l-1 (kategori rendah). Untuk unsur Mn, kategori rendah ditemukan &#13;
pada sampel Titik 2 kedalaman 40 cm dengan nilai 0,0041 mg.l-1, sedangkan kategori tinggi &#13;
terdapat pada sampel Titik 1 kedalaman 40 cm dengan nilai 3,5950 mg.l-1. Kandungan Cu &#13;
dengan kategori sedang ditemukan pada sampel Titik 2 kedalaman 20 cm dengan nilai &#13;
0,2220 mg.l-1, sementara kategori rendah terdapat pada sampel Titik 1 kedalaman 40 cm dan &#13;
Titik 2 pada kedalaman 40 cm dengan nilai &lt; 0,02 mg.l-1. Adapun kandungan Zn dengan &#13;
kategori sedang ditemukan pada sampel Titik 2 kedalaman 20 cm dengan nilai 0,7921 mg.l&#13;
1&#13;
 , sedangkan kategori rendah terdapat pada sampel Titik 1 kedalaman 40 cm dan Titik 2 pada &#13;
kedalaman 40 cm dengan nilai &lt; 0,007 mg.l-1. Kesesuaian lahan kelas S1 paling dominan &#13;
tersedia pada pH (H2O) dengan kedalaman 0-20 cm, 21-40 cm, dan unsur Mn kedalaman 0&#13;
20 cm. Untuk kelas S2 faktor pembatas paling dominan yaitu unsur Cu dengan kedalaman &#13;
0–20 cm dan unsur Zn kedalaman 0-20 cm. Sedangkan untuk kelas S3 faktor pembatas yang &#13;
paling dominan yaitu C-Organik dengan kedalaman 21-40 cm.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126378</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 12:15:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 16:11:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>