<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126374">
 <titleInfo>
  <title>PENGUKURAN LAJU INFILTRASI PADA TIPE PENGGUNAAN LAHAN HUTAN, PERSAWAHAN, PERKEBUNAN DAN PEMUKIMAN DI KOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Refly Ardiansyah.SIT</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Laju infiltrasi setiap penggunaan lahan memiliki nilai berbeda-beda. Infiltrasi merupakan proses masuknya air ke permukaan tanah dimana lajunya dipengaruhi oleh sifat tanah, dan kandungan air tanah. Penggunaan lahan seperti hutan, persawahan, Perkebunan dan pemukiman akan berdampak pada sifat-sifat tanah. Laju infiltrasi dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah seperti tekstur, bahan organik, porositas, dan bulk density. perbedaan kapasitas infiltrasi pada berbagai penggunaan lahan menunjukkan bahwa faktor vegetasi memiliki peran besar dalam menentukan kapasitas infiltrasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kapasitas infiltrasi pada tanah bervegetasi akan cenderung lebih tinggi dibanding tanah yang tidak bervegetasi. Sehingga perlu dilakukannya penelitian untuk mengetahui seberapa besar laju infiltrasi terhadap tutupan hutan, persawahan, dan pemukiman di Jantho Kabupaten Aceh Besar.&#13;
	Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi dilakukan di Laboratorium Fisika Tanah dan Laboratorium Penelitian Tanah &amp; Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala pada bulan April 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei deskriptif kuantitatif, yaitu dengan melakukan observasi di lapangan. Pada penelitian ini diambil berdasarkan penggunaan lahan (Hutan, Persawahan, Perkebunan dan Pemukiman) dengan jenis tanah Inceptisols di Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. Titik pengambilan sampel tanah berdasarkan SPL dilakukan secara overlay 2 peta jenis tanah dan penggunaan lahan. Hasil dari overlay 2 peta diperoleh 4 SPL.&#13;
	Berdasarkan hasil penelitian kriteria pengukuran laju infiltrasi pada kecamatan Kota Jantho berada pada lambat dan agak lambat. Berdasarkan analisis laboratorium bahwa parameter tekstur pasir yang terbesar bernilai 41% pada SPL 1 ulangan 3 dan SPL 2 ulangan  2, parameter tekstur debu yang terbesar bernilai 88% pada SPL 3 ulangan 3, parameter tekstur liat terbesar 11% pada SPL 1 ulangan 3 dan SPL 3 ulangan 1. Parameter C-organik yang terbesar bernilai 1,82% pada SPL 1 ulangan 2. parameter C-organik yang terbesar bernilai 1,82% pada SPL 1 ulangan 2. Parameter porositas yang terbesar bernilai 52,31% pada SPL 3 ulangan 1. Parameter Bulk density yang terbesar bernilai 1,32 g.cm-3 pada SPL 4 ulangan 1 dan ulangan 3. laju infiltrasi saat konstan (fc) pada SPL 1 ulangan 1 sebesar 0,2 cm.jam-1 (2,17 mm.jam-1) yang tergolong dalam kelas 1 dengan klasifikasi lambat (1-5 mm.jam-1). laju infiltrasi saat konstan pada SPL 2 ulangan 1 sebesar 0,3 cm.jam-1 (3,3 mm.jam-1) yang tergolong dalam kelas 1 dengan klasifikasi lambat (1-5 mm.jam-1). laju infiltrasi saat konstan SPL 3 ulangan 1 sebesar 1,1 cm.jam-1 (11,01 mm.jam-1) yang tergolong dalam kelas 2 dengan klasifikasi agak lambat (1-5 mm.jam-1). laju infiltrasi saat konstan pada SPL 4 ulangan 1 sebesar 0,3 cm.jam-1 (3,39 mm.jam-1) yang tergolong dalam kelas 1 dengan klasifikasi lambat (1-5 mm.jam-1).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126374</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 12:04:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 16:03:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>