<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126370">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POLIFARMASI DAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAMIRA ZAKYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang menjalani terapi hemodialisis (HD) kerap mengalami komorbiditas sehingga menyebabkan kemungkinan terjadinya polifarmasi yang dapat meningkatkan risiko rendahnya tingkat kepatuhan pasien terhadap regimen pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien serta menganalisis tingkat polifarmasi dan kepatuhan minum obat pada pasien GGK yang menjalani HD di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin. Penelitian ini menggunakan desain observasional-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner serta tinjauan rekam medis pasien. Tingkat polifarmasi diukur berdasarkan jumlah obat yang dikonsumsi oleh pasien, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan skala Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Dari 80 pasien yang diikutsertakan dalam penelitian, ditemukan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (52,5%), berusia dalam rentang 46–55 tahun (38,8%), memiliki tingkat pendidikan menengah (55,0%), bekerja sebagai IRT (40,0%), sudah melakukan HD selama 1–5 tahun (57,5%), frekuensi HD sebanyak 2 kali seminggu (97,5%), mengalami polifarmasi mayor atau mengonsumsi ≥ 5 obat (76,3%), serta memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi (41,3%). Lalu, berdasarkan hasil uji Rank Spearman didapatkan bahwa tidak terdapat korelasi antara polifarmasi dan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien tersebut (ρ-value 0,770).&#13;
Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisis, Polifarmasi, Kepatuhan Minum Obat</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126370</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 12:01:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 14:35:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>