Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS STILASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI KRIYA KERAMIK DESA COT BADA TUNONG YANG DITINJAU RNDARI PRINSIP-PRINSIP DESAIN
Pengarang
SRI WAHYUNA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1006102030005
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci: gerabah, stilasi, kriya.
Penelitian yang berjudul “Analisis Stilasi dalam Penciptaan Karya Seni Kriya Keramik Cot Bada Tunong Ditinjau dari Prinsip-Prinsip Desain” ini mengangkat masalah jenis stilasi apa saja yang ada pada kriya gerabah Desa Cot Bada Tunong, bagaimana proses stilasi dalam pembuatan kriya gerabah Cot Bada Tunong, dan apakah bentuk yang diciptakan sudah sesuai dengan prinsip-prinsip desain terapan estetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis stilasi dalam kriya keramik, mendeskripsikan proses stilasi dalam pembuatan kriya keramik Cot Bada Tunong, serta mengetahui bentuk yang diciptakan apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip desain terapan estetik. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengrajin keramik/gerabah Desa Cot Bada Tunong. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Aceh Jeumpa (Bireun) Kecamatan Peusangan Desa Cot Bada Tunong. Subjek penelitian adalah pengrajin keramik/gerabah, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah bentuk stilasi pada gerabah Cot Bada Tunong. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kriya gerabah yang diproduksi di desa Cot Bada Tunong pada mulanya merupakan kerajinan gerabah tingkat sederhana dengan pengolahan tanah liat yang sederhana dan diterima sebagai kerajinan warisan turun-temurun dari pendahulunya, jenis stilasi gerabah yang ada di desa Cot Bada Tunong umumnya jenis stilasi bentuk abstrak dengan pilinan tali yang melilit di badan gerabah yang di dapat dari hasil stilasi bentuk alami tersebut dimaksudkan sebagai hiasan dengan gaya dan irama tersendiri. Pada umumnya dalam proses pembuatan gerabah didesa tersebut masih tradisional dengan menggunakan teknik pijit, pilin lempeng dan putar. Alat dan bahan yang digunakan adalah air, tanah liat, meja putar tangan, alat potong, butser, amplas, pisau pengerut, ember, kuas, minyak, dan cat pewarna gerabah. Adapun dalam proses pembuatan keramik, pertama menyediakan bahan baku tanah liat selanjutnya bahan baku tersebut di rendam dalam bak pengendapan selama satu minggu, kemudian proses penyaringan dan pengendapan kembali selama satu sampai dua hari dan dilanjukan dengan penjemuran selama dua hari, setelah kadar air berkurang (tidak sampai kering) tanah liat diangkat dan disimpan dengan wadah plastic atau diolah untuk langsung digunakan. Dalam pembuatan gerabah yang ada di Cot Bada Tunong sudah sesuai dengan prinsip desain. Prinsip desain dalam membuat kriya gerabah terdiri atas kesatuan (unity), proporsi (proporsition), keseimbangan (balance), pengulangan, irama, dominan dan aksen (dominant and accen). Dalam membuat kerajinan kriya gerabah prinsip dasar memegang peranan sangat penting dan lebih utama dari proses membuat gerabah.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS STILASI DALAM PROSES PEMBUATAN RANUP HIAS ACEH YANG DITINJAU DARI PRINSIP-PRINSIP DESAIN (Fadhila Mastura, 2021)
OPINI MAHASISWA TERHADAP PEMBERITAAN HARIAN SERAMBI INDONESIA TENTANG 15 SENI GAYO TIDAK MASUK PKA KE-VI TAHUN 2013 (STUDI TERHADAP MAHASISWA GAYO DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH) (Andryan Futra, 2015)
PERANCANGAN GEDUNG PERTUNJUKAN SENI DI BANDA ACEH (Deddy Handayani, 2014)
GEDUNG SENI BUDAYA GAYO DI ACEH TENGAH (AUFANISA GEMASIH, 2015)
SEKOLAH TINGGI SENI RUPA (Fandi Mujahidin, 2024)