<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126368">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METODE PATIENT CONTROLLED ANALGESIA (PCA) FENTANIL DENGAN METODE INFUS KONTINU FENTANIL TERHADAP NYERI PASKA OPERASI BEDAH TULANG BELAKANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Noera Sovia Moeliza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Prosedur operasi pada tulang belakang sering dikaitkan dengan rasa nyeri yang hebat paska operasi sehingga tatalaksana nyeri yang tepat dan adekuat dapat mempengaruhi mobilisasi dini dan mempersingkat masa rawatan. Patient-controlled Analgesia (PCA) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengontrol dari nyeri akut, termasuk nyeri paska operasi dan memiliki potensi pengendalian nyeri yang lebih baik dengan minimum efek samping.&#13;
Metode: Penelitian ini termasuk studi observasional. Penelitian ini mengevaluasi intensitas nyeri yang dilakukan menggunakan numeric rating scale (NRS) setiap 6, 12, 18 dan 24 jam post-operatif. Kemudian penelitian ini juga menilai jumlah opioid dan efek samping yang terjadi. Analisis Chi-Square dan mann whitney digunakan dalam penelitian ini dengan tingkat kepercayaan 95%.&#13;
Hasil: Sebanyak 51 subjek dilibatkan dalam penelitian ini, dengan 20 subejk pada kelompok PCA fentanil (Grup P) dan 20 subjek pada kelompok Kontinu fentanil (Grup K). Analisis statistik menggunakan mann whitney menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil NRS 6, 12, 18 dan 24 jam paska operasi. Namun jumlah opioid yang digunakan pada kelompok PCA fentanil secara bermakna lebih rendah dibandingkan kelompok kontinu fentanil.&#13;
Kesimpulan: Metode PCA fentanil, yang menggunakan opioid dalam jumlah lebih kecil, terbukti sama efektifnya dengan metode infus kontinu dalam mengurangi rasa sakit setelah operasi tulang belakang.&#13;
Kata kunci: Patient Controlled Analgesia, Infus kontinyu, Fentanil, Nyeri pasca operasi, Bedah tulang belakang</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126368</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 11:53:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 15:22:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>