<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126366">
 <titleInfo>
  <title>SIFAT BIOLOGI DARI PUPUK ORGANIK BERBAHAN BAKU LOKAL PADA KEBUN KOPI ARABIKA DI KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ardhia Silvia Sinta Devi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
Pertanian kopi organik merupakan pertanian yang membutuhkan suplai hara. &#13;
Penggunaan pupuk organik menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesuburan &#13;
tanah secara alami dengan menyediakan nutrisi yang berkelanjutan bagi tanaman dan &#13;
mikroorganisme tanah. Banyaknya ketersediaan limbah kulit kopi menjadi pendorong &#13;
untuk melakukan penelitian tentang penggunaan pupuk organik dari bahan baku kulit kopi. &#13;
Limbah ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi masalah lingkungan yang &#13;
serius. Namun, dengan memanfaatkannya sebagai bahan baku untuk pupuk organik, &#13;
limbah kulit kopi dapat diubah menjadi sumber nutrisi yang bernilai untuk tanaman.  &#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan &#13;
deskriptif kuantitatif. Tahapan yang dilakukan dimulai dari pembuatan pupuk organik, &#13;
isolasi pupuk organik skala laboratorium. Pengambilan sampel pupuk organik dilakukan &#13;
pada masing-masing bak dan diambil 5 titik yang dikomposit menjadi satu, yang meliputi &#13;
setiap sudut bak dan satu dibagian tengah pada bak tersebut. Parameter yang diamati pada &#13;
sifat &#13;
biologi pupuk organik berbahan baku lokal adalah total mikroorganisme, &#13;
Pseudomonas, Azotobacter, pelarut fosfat, Trichoderma, respiasi, C-organik, N-total dan &#13;
pH.  &#13;
Pupuk organik berbahan baku lokal memiliki total populasi 6, 087 x 106 SPK g-1 &#13;
BKM. Total mikroorganisme pada pupuk menandakan potensi pupuk tersebut dalam &#13;
meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Menurut hasil analisis yang sudah &#13;
dilakukan jumlah populasi Azotobacter pada pupuk organik sebesar 6,620 x 106 SPK g-1 &#13;
BKM. Azotobacter pada pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, &#13;
dikarenakan Azotobacter dapat mengikat N dari udara. Jumlah populasi Pseudomonas pada &#13;
pupuk organik sebesar 3,032 x 106 SPK g-1 BKM. Adanya Pseudomonas pada pupuk &#13;
organik mampu membentuk fitohormon. Jumlah populasi Pelarut fosfat pada pupuk &#13;
organik sebesar 8,722 x 106 SPK g-1 BKM Adanya mikroorganisme pelarut fosfat pada &#13;
pupuk organik dapat melarutkan fosfat didalam tanah yang terikat secara kuat.  Jumlah &#13;
Trichoderma sebesar 2,721x107 SPK g-1 BKM yang mampu menjadi parasit yang &#13;
menyerang banyak jenis jamur dan tergolong tinggi karena jumlah minimal propagul pada &#13;
pupuk sebanyak 107 (Kresnawati et al., 2012).  Berdasarkan analisi laju respirasi tertinggi &#13;
terletak pada kadar air 0,72 % yaitu pada ulangan satu yaitu dengan nilai bkm 26,20 mgC&#13;
CO2/kg BKM tanah/hari, nilai C-organik didapatkan sebesar 23,13 %, N-total sebesar &#13;
2,26%, dan pH 8,8.  &#13;
Pupuk organik memiliki total popuasi mikroorganisme 6, 087 x 106 SPK g-1 BKM, &#13;
Azotobacter 6, 620 x 106 SPK g-1 BKM, Pseudomonas 3,032 x 106 SPK g-1 BKM, pelarut &#13;
fosfat 8,722 x 106 SPK g-1 BKM, Trichoderma sebesar 2,72 x107 SPK g-1 BKM. Pupuk &#13;
organik berbahan baku lokal mengandung C-organik sebesar 23,13%, N-total sebesar &#13;
2,26%, dan pH 8,8 dengan laju respirasi tertinggi yaitu 26,20 mgC-CO2/kg BKM &#13;
tanah/hari yang terdapat pada ulangan satu.  &#13;
Penggunaan pupuk organik berbahan baku lokal cocok untuk diaplikasikan ke &#13;
tanah Andisol, sehingga sangat disarankan khususnya kepada petani untuk menggunakan &#13;
pupuk organik berbahan baku lokal sebagai penyuplai hara pada tanaman.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126366</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 11:46:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 15:59:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>