ANALISIS DATA SATELIT GRAVITASI TOPEX UNTUK PEMETAAN STRUKTUR PATAHAN PADA WILAYAH ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS DATA SATELIT GRAVITASI TOPEX UNTUK PEMETAAN STRUKTUR PATAHAN PADA WILAYAH ACEH SELATAN


Pengarang

DAVID TRIANDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Yanis., S.Si, M.Si, 199106052017011101 - - - Dosen Pembimbing I
Faisal - 197012201998021001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004107010024

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh Selatan adalah salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang sering terjadi gempa bumi. Meskipun wilayah ini dilalui oleh beberapa segmen besar Patahan Sumatera seperti Segmen Batee dan juga berdekatan dengan Megatrust Nias-Simeulue, namun banyak gempa yang terjadi tidak berada di sekitar segmen tersebut. Sebagian besar gempa bumi tersebut bersumber dari patahan-patahan lokal. Minimnya penelitian pada wilayah tersebut menjadi alasan dilakukannya penelitian terhadap struktur geologi khususnya sesar aktif. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data satelit gravitasi Topex dan data seismisitas untuk memetakan struktur geologi serta aktivitas seismik yang terjadi di wilayah Aceh Selatan. Metode gravitasi merupakan pengukuran terhadap variasi medan gavitasi bumi yang diakibatkan oleh adanya perbedaan densitas bawah permukaan. Dari data Topex menghasilkan data berupa anomali free air sehingga dilakukan koreksi Bouguer dan koreksi terrain untuk mendapatkan anomali Bouguer Lengkap. Pemisahan anomali regional dan residual dilakukan menggunakan filter Gaussian. Lalu dilakukan teknik transformasi data berupa First Horizontal Derivative (FHD), Second Vertical Derivative (SVD), dan Tilt Derivative untuk membantu memperjelas struktur geologi pada wilayah penelitian. Hasil dari Tilt Derivative memberikan hasil yang lebih jelas dibandingkan dengan kedua teknik transformasi data lainnya dalam menggambarkan struktur geologi dan merepresentasikan perbedaan anomali di wilayah Aceh Selatan. Hasil tranformasi data dengan menggunakan metode FHD menunjukkan batas kontak geologi pada kawasan penelitian dan struktur geologi yang didapatkan dari hasil analisa grafik derivative, nilai mutlak SVD minimum lebih kecil dibandingkan nilai mutlak SVD maksimum sehingga dapat diindikasikan bahwa Sesar Batee tergolong kategori sesar normal.

South Aceh is one of the regions in Aceh Province, Indonesia, that frequently experiences earthquakes. Although the region is crossed by several major segments of the Sumatran Fault such as the Batee Segment and is close to the Nias-Simeulue Megathrust, many earthquakes that occur are not located around these segments. Most of these earthquakes originate from local faults. The lack of research in the region is the reason for conducting research on geological structures, especially active faults. Therefore, this study was conducted using Topex satellite gravity data and seismicity data to map geological structures and seismic activity in the South Aceh region. Gravity method is a measurement of variations in the Earth gravity field caused by differences in subsurface density. From the Topex data, free air anomaly data was generated, and then Bouguer correction and terrain correction were carried out using the Gaussian filter. Then, data transformation techniques were performed in the form of First Horizontal Derivative (FHD), Second Vertical Derivative (SVD), and Tilt Derivative to help clarify the geological structure in the research area. The results of the Tilt Derivative provide clearer results compared to the other two data transformation techniques in describing the geological structure and representing the difference in anomalies in the South Aceh region. The result of data transformation using the FHD method show the geological contact boundaries in the research area and the geological structures obtained from the derivative graph analysis, the minimum absolute SVD value is smaller than maximum absolute SVD value so that it can be indicated that the Batee Fault is categorized as a Normal Fault.

Citation



    SERVICES DESK