<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126311">
 <titleInfo>
  <title>PROFIL KLINIS PASIEN KARSINOMA NASOFARING DI RSUD DR ZAINOEL ABIDIN PERIODE JANUARI 2022 - DESEMBER 2023</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muthi ah Fadhilah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Karsinoma nasofaring (KNF) adalah karsinoma sel skuamosa atau tumor ganas epitel yang muncul dari permukaan mukosa nasofaring yang menempati peringkat kelima di Indonesia dengan prevalensi 19.943 (5%). Peningkatan risiko karsinoma nasofaring diketahui memiliki etiologi yang multifaktorial yang terdiri dari faktor genetik, faktor lingkungan, dan juga virus Eipstein-Barr (EBV). Secara klinis, gejala terbanyak yang didapati pada penderita karsinoma nasofaring adalah timbulnya massa di leher. Adapun gejala lainnya seperti gangguan neurologis, gangguan hidung, dan gangguan telinga yang dapat berkembang seiring pertumbuhan tumor dan peningkatan stadium. Tujuan Penelitian ini adalah untuk analisis epidemiologi, melihat profil klinis, dan distribusi pasien karsinoma nasofaring di RSUD Dr Zainoel Abidin. Metode penelitian yang digunakan yaitu, deskriptif  retrospektif dengan menggunakan data rekam medis di RSUD Dr Zainoel Abidin Periode Januari 2022 – Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan 70 pasien dimana (71%) didominasi oleh jenis kelamin laki-laki dan (29%) berjenis kelamin perempuan. Sebaran umum penderita dari 14 sampai 78 tahun dengan kelompok usia tertinggi 46-55 tahun (30%).  Keluhan utama yang paling umum adalah ditemukannya massa di leher (54%), diikuti hidung tersumbat (40%), epistaksis dan telinga berdengung masing-masing (27%). Kebanyakan pasien mengalami karsinoma WHO Tipe II  (44%), diikuti oleh WHO tipe III sebanyak (37%), dan WHO tipe I (19%). Sebagian besar pasien berada di stadium IVA yaitu sebanyak (52%).&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci : karsinoma nasofaring, profil klinis, RSUD Dr Zainoel Abidin</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126311</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 09:26:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 12:20:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>